Selasa, 2 Juni 2026

Penangkapan Terduga Teroris

Pedagang Kebab Diduga Pimpinan Terduga Teroris

Enggun Suryadi, ketua RT 1 RW 1, Kampung Utama Jaya menuturkan, penangkapan itu membuat heboh warga setempat.

Tayang:
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Ilustrasi penangkapan terduga teroris 

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG - Warga di di Jalan Suhud Hidayat, kampung Utama Jaya, Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, geger begitu puluhan petugas berpakaian serba hitam dengan penutup kepala dan senjata laras panjang memblokir jalan dan mengepung ruko tempat tinggal penjual kebab di pada Rabu (3/4/2019) malam.

Tak lama kemudian, para petugas yang mengaku dari Mabes Polri itu merangsek masuk ke dalam ruko dan mengamankan penghuni yang dikenal warga bernama Arif.

Enggun Suryadi, ketua RT 1 RW 1, Kampung Utama Jaya menuturkan, penangkapan itu membuat heboh warga setempat.

Sekitar pukul 20.00 WIB, puluhan pria terlihat mengepung ruko yang terdapat gerobak kebab di Jalan Suhud Hidayat, Kelurahan Adiarsa.

Baca: Kisah Asmara Karyawati Dengan Sopir Bank Berakhir Tragis, Hendrik Habisi Dewi Setelah Cekcok

Baca: Mayat Tanpa Kepala Dalam Koper di Kediri Ternyata Guru Honorer, Ini Pesan Terakhir Dengan Temannya

Tak lama kemudian, kata Enggun, seorang pria bernama Arif dibawa petugas ke dalam mobil. Penangkapan Arif kata Enggun mengagetkan warga.

"Saya tidak menyangka dia ditangkap. Tidak ada yang tahu penyebab dia ditangkap," kata Enggun.

Penangkapan warganya itu sontak membuat bahan pembicaraan warga. Sebab, mereka mengenal pria yang ditangkap itu adalah Arif, penjual kebab yang dikenal baik dan ramah.

Gerobak warna putih biru dengan tulisan Khazanah Kebab tampka masih terparkir di depan ruko dua lantai itu. Adapun ruko bercat abu tempat Arif tinggal terkunci rapat.

"Ruko itu milik mertuanya. Selain jualan kebab, dia juga usaha air galon. Sama sekali tidak mencurigakan apalagi terlihat seperti teroris," kata Enggun.

Mabes Polri melalui Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan, tim Densus 88 Antiteror Polri dibantu sejumlah satuan di polda-polda tengah mengintensifkan penangkapan terhadap sejumlah anggota JAD yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana terorisme.

Adapun penangkapan terhadap A di Karawang merupakan pengembangan dari terduga teroris berinisial WP alias Sahid yang sebelumnya ditangkap di kontrakannya di Desa Bojongmalaka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 28 Maret 2019.

WP ditangkap karena dugaan keterlibatan dalam pelaku teror suami istri yang digerebek di Sibolga, Sumatera Utara.

Dedi menyebutkan, A sudah beberapa kali melakukan tindak pidana terorisme di Solo dan Surabaya.

Dan A merupakan salah satu pimpinan kelompok JAD, termasuk pimpinan dari WP. Diduga A merupakan orang yang mengkoordinir sejumlah sel kelompok teroris yang selama ini 'tertidur' atau sleeping cell di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Hasil keterangan tersangka WP alias Sahid itu mengembang ke beberapa tersangka. Dan memang yang paling krusial ini adalah upaya pengejaran terhadap amirnya atas nama A," ujar Dedi.

Menurut Dedi, sejauh ini sudah 12 anggota JAD yang diamankan. Namun, Polri masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah anggota A lainnya.

"Terus dikembangkan sampai di wilayah Jabar dan Jatim. Jumlah seperti yang kemarin, dikejar sekitar delapan orang terkait kelompok tersebut," ucap Dedi. (tribun network/coz)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved