Penangkapan Terduga Teroris

Tangkap 29 Terduga Teroris, Polri Beberkan Keterlibatan Para Terduga Teroris

Ia juga menuturkan kepolisian menyita sejumlah barang bukti dari 18 terduga teroris ini, antara lain 5 bom rakitan, bahan kimia TATP

Tangkap 29 Terduga Teroris, Polri Beberkan Keterlibatan Para Terduga Teroris
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal, dan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan 29 terduga teroris yang sebagian besar termasuk jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), selama bulan Mei 2019.

Sepanjang tahun 2019, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan penangkapan di bulan Mei menjadi yang terbanyak dibanding bulan lainnya.

"Bulan ini (Mei) yang paling banyak yaitu 29 tersangka," ujar Iqbal, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).

Dari jumlah tersebut, ia mengatakan 18 tersangka ditangkap disejumlah lokasi seperti Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, hingga Bitung.

Adapun keterlibatan atau peran dari 18 terduga teroris ini juga beragam. Iqbal mengatakan bahwa ada yang berperan menyembunyikan tersangka lain, kemudian ada pula yang berencana melakukan aksi amaliyah dalam momen tertentu.

Ia juga menuturkan kepolisian menyita sejumlah barang bukti dari 18 terduga teroris ini, antara lain 5 bom rakitan, bahan kimia TATP (triaceton triperoxide), 4 pisau, dan busur panah.

"Keterlibatan tersangka kelompok JAD, yaitu menyembunyikan DPO JAD di Lampung, merencanakan aksi amaliyah atau teror dengan menyerang kerumunan massa pada 22 Mei mendatang dengan menggunakan bom," kata dia.

Baca: Dirjen PAS Pastikan Situasi Kondusif di Lapas Langkat

Selanjutnya, 11 terduga teroris lain diamankan di Jakarta, Grobogan, Sukoharjo, Sragen, Kudus, Jepara, Semarang, hingga Madiun.

Mantan Wakapolda Jawa Timur itu mengatakan 9 diantara 11 terduga teroris itu merupakan anggota aktif JAD. Sementara dua orang lainnya adalah deportan.

Kesembilan orang tersebut disebut juga pernah mengikuti pelatihan i'dad di dalam negeri hingga berangkat ke Suriah sebagai Foreign Terrorist Fighter (FTF).

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved