Klarifikasi Eks Panglima GAM Soal Referendum, Ini Komentar Moeldoko

Klarifikasi Mualem ini tersebar dalam sebuah video singkat yang beredar sejak Selasa (11/6/2019) malam.

Klarifikasi Eks Panglima GAM Soal Referendum, Ini Komentar Moeldoko
Kolase Tribunnews.com/TribunnewsBogor.com
Ada Apa Tanggal 22 Mei Rencana Aksi Teroris, Moeldoko Soal Sniper, hingga Terbaru Hasil Pleno KPU 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf alias Mualem mencabut pernyataan referendum Aceh yang dia sampaikan dalam peringatan wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro.

Dalam kesempatan itu, Mualem juga menyatakan rakyat Aceh cinta damai dan pro NKRI.

Klarifikasi Mualem ini tersebar dalam sebuah video singkat yang beredar sejak Selasa (11/6/2019) malam.

Ada empat point yang disampaikan Mualem dalam video itu.

Pertama ia mengatakan dirinya selaku Ketua Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh, soal pernyataan referendum yang dia sampaikan itu adalah spontan.

Kedua Mualem menyadari bahwa rakyat Aceh sangat ini cinta damai dan pro NKRI.

Ketiga Aceh ke depan harus lebih maju, membangun Provinsi Aceh ‎dalam bingkai NKRI.

Keempat hal-hal lain yang menurutnya belum sesuai pasca MuO Helsinki akan dibuat surat tersendiri guna menuntaskan semua butir MOU Helsinki ke depan.

Ketua Dewan Pimpinan Partai Aceh (DPA-PA), Muzakir Manaf atau Mualem
Ketua Dewan Pimpinan Partai Aceh (DPA-PA), Muzakir Manaf atau Mualem (Serambi Indonesia)

Merespon hal tersebut, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyampaikan jangan menyampaikan sikap emosi untuk kepentingan eksistensi sebuah negara, karena itu tidak benar.

‎"Saya pikir jangan mengembangkan sikap emosi untuk kepentingan eksistensi sebuah negar, ini tidak bener. Jangan karena pemilu terus kalah, emosi, mengatakan sesuatu," ujar Moeldoko di kantornya, Rabu (12/6/2019).

"Makannya saya katakan, sepanjang itu hanya wacana akademik, ya biarin aja. Toh akhirnya nanti akan hilang sendirinya karena masyarakat Indonesia semuanya sudah bersepakat NKRI harga mati," tambah Moeldoko.

Sebelumnya Moeldoko dan Menko Polhukam Wiranto sependapat Mualem menyuarakan referendum Aceh karena kecewa menerima hasil Pemilu 2019. Pasalnya perolehan Partai Aceh anjlok.

Apalagi sebelumnya, pada pemilihan gubernur 2017, Mualem yang adalah Wakil ‎Gubernur Aceh petahana ikut maju pada Pilgub Aceh menggandeng Ketua DPD Partai Gerindra Aceh Teuku al Khalid, namun tidak terpilih,

Diduga kekalahan beruntun itu membuat Mualem kecewa, emosional melontarkan keinginan agar rakyat Aceh menggelar referendum.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved