Pilpres 2019

Jusuf Kalla Enggan Ahok ke TKN, Ini Respons Erick Thohir

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menilai struktur tim sukses pasangan petahana sudah berjalan

Jusuf Kalla Enggan Ahok ke TKN, Ini Respons Erick Thohir
posbelitung/suharli
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) saat duduk santai di kediamannya di Gantung, Belitung Timur. Minggu, (3/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menilai struktur tim sukses pasangan petahana sudah berjalan dengan baik.

Erick merespon pernyataan Ketua Dewan Pengarah TKN Jusuf Kalla (JK) yang tak setuju jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masuk ke jajaran TKN. Namun, menurut Erick, hak Ahok sebagai individu jika memberikan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Seperti Pak Muchdi (PR), Pak Ahok yang secara individu mendukung Pak Jokowi, itu suatu hal yang lumrah saja," ujar Erick di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Erick mengatakan, struktur TKN memang sudah terbentuk dan berjalan dengan baik. Erick menilik dari elektabilitas antar pasangan calon presiden 01 dan 02 yang selisihnya berjarak berkisar 20 persen.

Baca: Jusuf Kalla Sarankan Ahok Tak Masuk Tim Kampanye Jokowi-Maruf, JK: Ya, Jalan-jalan Dulu, atau Apa

"Ketika saya diminta menjadi Ketua TKN kan' strukturnya sudah terbentuk, jadi bukan sesuatu yang harus diubah," imbuh Erick.

"Tapi dukungan tokoh seperti Ahok, Pak Muchdi, siapapun itu hal yang lumrah, dan partai punya konstituen, dan untuk pertama kalinya Pemilu bersamaan, jadi kita jangan selalu melihat itu black and white, kita harus melihat apa yang tervaik untuk bangsa kita," ucapnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla (JK) yang ditemui di kantornya menolak jika Ahok bergabung ke tim pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin. Sebab, ujar JK, Ahok alias BTP masih diidentikkan dengan kasusnya terdahulu yaitu penista agama. Sehingga, dikhawatirkan akan mengurangi suara Jokowi.

"Kalau saya ditanya sebagai Ketua Dewan Pengarah, Jangan (gabung TKN)," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

JK pun malah menyarankan Ahok untuk menikmati kehidupan usai bebas. "Ya lebih baiklah tenang-tenanglah pak Ahok, jadi ya jalan-jalan dulu, atau apa," saran JK.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved