Pilpres 2019

TKN Sebut Sudirman Said Berbohong soal Pertemuan Rahasia Jokowi - Freeport

Arya menuding Sudirman yang merupakan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi itu mengarang cerita

TKN Sebut Sudirman Said Berbohong soal Pertemuan Rahasia Jokowi - Freeport
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Media Officer TKN Monang Sinaga dan Juru Bicara TKN Arya Sinulingga saat konferensi pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Arya Sinulingga menuding Sudirman Said berbohong.

Arya menuding Sudirman yang merupakan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi itu mengarang cerita untuk mencari sensasi.

Baca: Sudirman Said Ungkap Pertemuan Rahasia Jokowi-Freeport, PDIP: Silakan Kalau Ada Bukti

"Sudirman Said melakukan pembohongan karena beliau diwawancara oleh media mainstream, ada salah satu televisi, dan majalah. Di situ jelas Pak Sudirman cerita," ujar Arya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (22/2/2019).

Diketahui, Sudirman menjelaskan panjang lebar soal pertemuan dia bersama Presiden Jokowi dengan Bos Freeport McMorran Inc James R Moffet di Majalah "TAMBANG" edisi November 2015.

Juga disampaikan Sudirman dalam acara ”Satu Meja” Kompas TV, pada Selasa 3 November 2015.

Sudirman menjelaskan tentang tugasnya sebagai pembantu Presiden. Termasuk menangkis bahwa Presiden Jokowi menjalankan tugas negara dan hal itu bukan merupakan operasi rahasia.

Arya menuding pernyataan Sudirman mengenai pertemuan rahasia. Apalagi, pernyataan dilontarkan sehari setelah Prabowo diserang soal ribuan hektar lahan di Aceh dan Kalimatan Timur.

"Jadi kalau saya katakan, Pak Dirman itu cari sensasi dan membuat salah satu skandal," tegas Arya.

Sementara itu Analis politik The Habibie Center, Bawono Kumoro mempertanyakan  motivasi Sudirman Said mengungkapkan pertemuan rahasia antara Jokowi dengan Moffet tersebut.

Bawono melihat kesan pernyataan Sudirman sebagai respons dari sikap Joko Widodo di debat capres lalu yang menyinggung kepemilikan lahan oleh Prabowo di Kalimantan dan Aceh.

"Jadi apakah statement tersebut sebagai bentuk serangan balasan?" tanya Bawono.

Baca: Jonan: Perundingan Freeport Mulai dari Awal, Tak Terkait Surat Sudirman Said

Jika memang pertemuan rahasia terjadi, kata dia, Sudirman Said harus dapat menunjukkan bukti-bukti kuat. Jika tidak, dikhawatirkan akan bergulir menjadi permasalahan hukum dan terkategori fitnah.

"Kalau itu diungkapkan sebagai serangan balasan dan tidak disertakan bukti-bukti hal tersebut patut disayangkan," tutupnya.

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved