Pilpres 2019
Survei Terbaru Indikator Politik Indonesia: Suara Emak-emak Lebih Banyak ke Jokowi - Ma'ruf
Untuk dukungan ibu rumah tangga, Jokowi - Maruf memperoleh suara 55,5 persen dan Prabowo-Sandiaga sebanyak 38,9 persen.
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga dinilai gagal merebut suara emak-emak.
Hal tersebut terlihat dari hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 22-29 Maret 2019, untuk kalangan ibu rumah tangga paling banyak memilih pasangan nomor urut 01, Jokowi - Maruf Amin.
Untuk dukungan ibu rumah tangga, Jokowi - Maruf Amin memperoleh suara 55,5 persen dan Prabowo-Sandiaga sebanyak 38,9 persen.
"Tagline emak-emak (Prabowo-Sandiaga) gagal," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate dalam menanggapi hasil survei tersebut di kantor Indikator Politik, Jakarta, Rabu (3/4/2019).
Baca: Jalin Kerja Sama, KPU dan KPK Satu Suara: Pilih Yang Jujur!
Sekjen Partai NasDem itu pun berharap Prabowo-Sandiaga terus mengkampanyekan emak-emak dalam kontestasi Pilpres 2019.
Ia menilai, kegagalan tersebut karena isu yang dibawanya seperti kebutuhan bahan pokok melambung tinggi, tidak terbukti karena kenyataannya harga tersebut terjangkau bagi masyarakat.
Baca: Hasil Survei Terbaru Indikator Politik Indonesia: Jokowi dan Prabowo Terpaut 18 Persen
"Isu harga sembako mahal itu tidak efektif, karena inflasi kita rendah," ucap Johnny.
Sementara suara Jokowi-Ma'ruf dari kalangan petani, buruh kasar, kerja tidak tetap, pengangguran, sopir, pedagang kaki lima (PKL) mencapai 60,9 persen. Sedangkan, Prabowo-Sandi hanya 31,4 persen.
"Jadi sisi lapangan pekerjaan, daya beli, itu tidak efektif dilakukan oleh 02. Karena (kondisi) nilai tukar, petani membaik," paparnya.
18 Persen
Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis survei terbarunya, terkait elektabilitas antara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga terpaut 18 persen.
"Ada selisih 18 persen antara 01 dan 02, dimana Jokowi-Ma'ruf sebesar 55,4 persen dan Prabowo-Sandiaga 37,4 persen," ujar Direktur Ekselutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di kantornya, Jakarta, Rabu (3/4/2019).
Sementara responden yang menjawab tidak tahu atau belum menentukan pilihan, kata Burhanuddin, ditemukan sebanyak 7,2 persen.
Survei ini dilakukan 22-29 Maret 2019, yang melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca: Survei Roy Morgan: Jokowi Unggul di Kalangan Pemilih Perempuan, Prabowo Sebaliknya
Menurutnya, perolehan 55,4 persen responden yang memilih Jokowi-Ma'ruf, terdapat angka swing voter atau besar kemungkinan mengubah pilihan sebesar 8,8 persen.
Baca: Unggul di Survei LSI, Maruf Amin: Akan Terus Digenjot
Sedangkan dari 37,4 persen responden memilih Prabowo-Sandiaga, terdapat swing voters 8,1 persen. Artinya jika ditotal, junmlah swing voter sebesar 16,9 persen dan undecided voters sebesar 7,2 persen.