Merayakan Pendidikan, Membaca Perspektif Akademisi
Sebuah Kanal Khusus dimana para Akademisi bisa mempublikasikan karya ilmiahnya untuk berkontribusi dalam pendidikan Indonesia
Momentum Hari Kartini 2026: Menantang kita menjaga nilai empati dan martabat manusia di tengah disrupsi teknologi dan inovasi AI
LSP P3 PROKI gelar uji kompetensi Digital PR bagi 20 profesional guna pastikan keahlian yang terstandar sesuai kebutuhan industri.
Jika Amerika Serikat benar-benar merealisasikan ancaman penggunaan kekuatan militernya, konsekuensinya bisa jauh lebih luas.
Child grooming tidak dimulai dari sentuhan, tapi dari kata-kata. Bagaimana bahasa membangun ilusi relasi aman tanpa disadari korban.
Dunia sedang mengalami turbulensi di berbagai sektor. Maka itu, Presiden Prabowo melakukan 'maraton diplomasi' yang lincah.
Di tengah ketidakpastian, Presiden Prabowo Subianto melangkah ke London dan Swiss membawa misi lebih dalam.
Rasa nirempati tumbuh lebat seperti lahan kebun sawit dan empati pun hanyut bersamaan dengan air bah banjir.
Angka kematian akibat kanker dapat diturunkan dengan memperkuat pencegahan primer, sekunder dan tersier yang membutuhkan pendekatan lintas sektor.
Shutdown pemerintah AS berdampak pada pasar global, termasuk penurunan nilai dolar, fluktuasi yield obligasi, dan gangguan rantai pasokan global.
Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto memicu perdebatan. Yang membuat keputusan ini berada di antara data dan ingatan publik.
Krisis pangan di NTT bukan karena kekurangan produksi, tapi lemahnya distribusi, minim edukasi gizi, dan budaya makan yang bias terhadap beras.
Rencana gelar pahlawan untuk Soeharto jadi ujian moral bangsa. Negara memuliakan pelaku pelanggaran HAM, tapi membungkam rakyat yang bersuara.
Partai politik tak terlihat di tengah gaduhnya Whoosh, Menteri “Koboy” Purbaya vs pejabat lain, hingga kasus guru menampar murid.
Sejak digaungkan Presiden Prabowo Oktober lalu, Makan Bergizi Gratis (MBG) seakan menjadi ujung tombak pemerintah dalam memulai masa bakti 5 tahunnya.
Sumpah Pemuda 5.0 menuntut kita untuk melintasi batas fakultas, batas profesi, bahkan batas generasi.