Pilpres 2019

Cyrus Network Tantang Kubu Prabowo Buka Data Exit Poll di 5.000 TPS

Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Hasbi, menantang kubu Prabowo Subianto, menampilkan data exit poll

Cyrus Network Tantang Kubu Prabowo Buka Data Exit Poll di 5.000 TPS
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Hasbi dalam konferensi pers Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Cyrus Netwrok untuk pilpres dan pileg, di kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Hasbi, menantang kubu Prabowo Subianto, menampilkan data exit poll yang dijadikan acuan capres 02 itu menang dalam Pilpres 2019 ini.

Diketahui, Prabowo Subianto menuding sejumlah lembaga survei menggiring opini bahwa Prabowo-Sandi kalah dalam hasil penghitungan suara cepat atau Quick Count.

"Dia (Prabowo Subianto) mengeluarkan pernyataan data versi pollster juga yang memenangkan dia, tadi dia konferensi pers begitu. Buat saya itu enggak sehat dan enggak fair, kalau mau diadu saja. Itu lembaganya beneran ada atau tidak, SDM nya ada atau tidak, kantornya ada atau tidak, ada kegiatan terbuka seperti kami lakukan atau tidak, dan paling gampang adalah mengaudit seluruh proses mereka," ujar Hasan saat konferensi pers, di kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

Baca: LSI Denny JA: Prabowo Menang di Jabar dan Banten, Kalah di DKI, Jateng, Jatim

Menurut Hasan, lembaga survei profesional, akan terbuka mengenai survei yang dilakukan.

"Karena proses quick count itu tidak bisa bohong. Kami punya 2002 TPS sampling itu bisa dibuka semua. Mereka (Kubu Prabowo) tidak bisa ngarang TPS nya dimana, hasilnya berapa, mereka gak akan sanggup hingga 2002 TPS dengan titiknya dimana dan hasilnya berapa," tegas Hasan.

Hasan melanjutkan, klaim kemenangan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tidak berdasarkan data.

Baca: Perdana Nyoblos, Dul Jaelani Minta Maaf Baru Tahu Pakaian yang Dikenakan Kurang Sopan

"Deklarasi kemenangan tanpa punya data, menuduh kita polster dan konsultan yang melaksanakan Quick Count berpihak, kalau kita bisa diaudit kapan saja. TPS-nya dimana, hasilnya berapa siapa orangnya disana. dan itu tidak mungkin bisa ngarang, apalagi yang ngaku 5.000 TPS, kalau kita paksa hari ini mengeluarkan datanya pasti tidak akan bisa, kalau kita berani tantang tantangan," ujar dia

Merujuk pada salah satu hasil penghitungan cepat (Quick Count) Pilpres 2019 dari lembaga survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Cyrus Network, pasangan calon nomor urut 01 Jokowi - Maaruf Amin unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Baca: Hasil Quick Count Indo Barometer: Jokowi-Amin Unggul dari Prabowo-Sandi

Dari data yang masuk hingga pukul 17. 54 WIB, sebesar 90,2%, dengan kualitas random 99,8%.

Jokowi - Maaruf meraih suara 55,8%, sementara Prabowo - Sandi 44,2%.

Lembaga survei CSIS dan Cyrus Netwrok mengambil sampel Quick Count di 2.002 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di seluruh Indonesia dari 34 provinsi secara acak, dengan margin of error sekitar 1 persen.

Quick Count ini paling tidak melibatkan 1 juta pemilih.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved