Merapi Meletus

Inilah Kronologi Letusan Dahsyat Merapi di Jumat Pagi

Awan panas menyergap kawasan Cangkringan dan meluluhlantakkan daearh tersebut. Tiga orang dilaporkan tewas di rumah yang berada di lokasi tersebut.

Inilah Kronologi Letusan Dahsyat Merapi di Jumat Pagi
Tribun Jogja/Hasan Sakri Ghozali.
Letusan Gunung Merapi, Kamis (4/11/2010) pagi bak cendawan yang membubung tinggi ke angkasa.
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Diaz

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Kecamatan Cangkringan menjadi lokasi terparah yang terkena dampak erupsi dahsyat Merapi pada Jumat (5/11/2010) dini hari tadi. Hampir seluruh korban, termasuk satu korban tewas, berasal dari beberapa desa di kecamatan tersebut.

Sri Lestari, warga Cangkringan, menceritakan bagaimana sergapan awan panas seolah memburu warga di tengah pekatnya malam karena matinya penerangan.

Sehari sebelum erupsi, Rabu (4/11/2010), menurut Sri, petugas gabungan sebenarnya telah mengumumkan untuk bersiap mengungsi pada Jumat, hari ini. Pun rupanya, erupsi terjadi lebih awal dari yang telah diingatkan.

Pada Rabu sekitar pukul 23.30 WIB, di Posko Pusat Merapi di Pakem, BPPTK dan petugas gabungan mengadakan rapat mendadak membahas perkembangan terbaru Merapi. Hasil rapat memutuskan, warga yang masih tinggal di radius 20 kilometer dari pusat erupsi harus di evakuasi.

Jumat (5/11/2010), sekitar pukul 00.00 WIB, terdengar gemuruh hebat dari puncak Merapi. Sejurus berikutnya, gempa akibat erupsi mengguncang wilayah sekitar gunung tersebut.

Tak lebih dari lima menit setelah erupsi dan gempa, sirine tanda bahaya berbunyi bersahut-sahutan di antero Kecamatan Cangkringan yang berada hanya sekitar 15 kilometer dari pusat erupsi.

Warga berlomba keluar rumah mengevakuasi diri. Tiba-tiba lampu penerangan padam. Kepanikan kian menggila.

Awan panas mencapai kawasan tersebut sekitar 30 menit berikutnya. Tiga orang dilaporkan tewas di dalam rumah yang hancur lebur karena sergapan awan panas di Desa Kranggan, Cangkringan. Puluhan rumah lainnya juga dikabarkan hancur disapu awan panas.

Ribuan orang berhamburan menuju tempat evakuasi yaitu Stadion Waguharjo dan GOR UII.

Satu korban atas nama Liliek Kurniawan (22) dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengevakuasi diri ke tempat aman. Korban kini tengah di rawat di RS Sardjito. 

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved