Jalan Desa Semoncol Sanggau Memprihatinkan

Jalan Perupuk Pondok Perahu Desa Semoncol Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau kondisinya sangat memprihatinkan

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Slamet Bowo Santoso
TRIBUNNEWS.COM, SANGGAU - Jalan Perupuk Pondok Perahu Desa Semoncol Kecamatan Balai Batang Tarang, Kabupaten Sanggau kondisinya sangat memprihatinkan. Ruas jalan sepanjang 3,8 Km meter itu, rusak parah terlebih ketika musin hujan. Kondisi ini tentu saja sangat menyulitkan warga yang beraktifitas, baik pejalan kaki apalagi berkendara.

Oleh karena itu, kendaraan yang melintasi jalan tersebut dituntut untuk ekstra hati-hati, karena tidak sedikit para pengendara yang terjatuh dari kendaraan roda duanya karena tak mampu menahan keseimbangan akibat kondisi jalan yang licin dan becek sewaktu hujan. Selain itu, aktifitas persekolahan di SD Negeri Perupuk tersebut juga terganggu.

Demikian disampaikan Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sanggau, Sabinus Kimsuan ketika ditemui di kantornya belum lama ini. Hal itu menurut Kimsuan sudah berlangsung hampir 12 tahun sejak 2009 lalu.

Padahal warga melalui Kepala Desa setempat sudah mengajukan perbaikan jalan di wilayah tersebut, namun hingga kini belum juga diperbaiki. “Dulu kita sudah mengajukan pembangunan kepada Dinas terkait, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi,” kata Kimsuan.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa(Kades) Semoncol Kecamatan Balai Batang Tarang, Belianto. Menurutnya, Desa Semoncol selama ini kurang tersentuh Pembangunan. Padahal, Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau pernah berjanji akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di pedesaan, namun hingga kini pembangunan tersebut belum juga terealisasi sehingga Desanya terkesan terisolir.

“Bupati pernah menyampaikan pesan yang saya baca di koran akan memprioritaskan pembangunan di Desa. Tapi entah kenapa sampai sekarang belum juga terealisai,” katanya.

Akibat rusaknya jalan Perupuk itu, menyebabkan terganggunya aktifitas warga termasuk ketika ada warganya yang sakit. “Pernah ada warga kita yang sakit, namun akhirnya meninggal di jalan karena kondisi jalan yang memang rusak.” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Belianto akan segera mengajukan proposal ulang terkait realisasi pembangunan jalan itu. “Proposalnya sedang kita rancang. Mudah-mudahan Pemkab melalui Dinas PU mau merealisasikan pembangunan jalan di Desa kami,“ tuturnya. (*)

Editor: Harismanto
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved