Sate Bekicot Jadi Andalan Buka Puasa

berjajar warung yang menawarkan berbagai menu olahan daging bekicot

Sate Bekicot  Jadi Andalan Buka Puasa
surya/cornelius vrian
Sate bekicot menu buka puasa

TRIBUNNEWS.COM,KEDIRI- Jika restoran mewah di kota – kota besar mempunyai menu khusus olahan daging bekicot atau escargot, maka sejumlah pedagang di pinggiran Kabupaten Kediri pun tak mau kalah.

Mereka mengusung menu escargot ndeso sebagai sajian andalan untuk berbuka puasa. Bahkan sejak awal bulan ramadan lalu, penjualan menu olahan daging bekicot laris manis. Tingkat penjualan naik 50 persen dari hari biasa.

Seperti yang berlangsung di sentra penjualan menu olahan daging bekicot di Desa Jengkol Kecamatan Plosoklaten. Di daerah yang jaraknya sekitar 20 kilometer arah selatan pusat Kabupaten Kediri itu, berjajar warung  yang menawarkan berbagai menu olahan daging bekicot.

Menu olahan yang disajikan di warung – warung tersebut beragam. Mulai dari sate, sambal goreng hingga keripik yang tentunya semua berbahan baku daging bekicot ditambah dengan beberapa jenis bumbu kombinasi seperti kacang, kecap dan irisan bawang. Harga masing – masing menu relatif sama, berkisar antara Rp 3.500 – 5.000 per porsi.

Biasanya, menu semakin komplet dengan tambahan nasi putih yang per porsi harganya Rp 2.500.

Para pedagang mengaku, datangnya bulan ramadan membawa berkah bagi mereka.
Pasalnya banyak warga yang memburu masakan olahan bekicot sebagai menu buka puasa. Akibatnya, permintaan menu bekicot pun meningkat. Peningkatan omset paling banyak berupa sate bekicot.

Arlik, seorang pedagang mengatakan, jika pada hari biasa ia bisa menjual 1.000 tusuk sate bekicot, maka pada saat ramadan penjualannya naik menjadi 1.500 tusuk per hari. Penjualan akan terus meningkat hingga lebaran tiba. Para pemudik yang melintas di jalur itu biasanya menyempatkan berhenti dan memborong menu olahan bekicot untuk oleh – oleh.

Hal ini membuat para pedagang bisa meraup keuntungan bersih sampai Rp 50.000 per hari. “Kalau sekarang rata – rata 1.500 tusuk tiap hari. Tapi kalau lebaran bisa sampai 2.000 tusuk per hari,” ujarnya.

Untuk memenuhi tingginya permintaan, para pedagang rata - rata membutuhkan 10 kilogram daging bekicot per hari. Pasokan daging itu diperoleh dari penjual di sekitar lokasi mereka berjualan.

Biasanya pada pembeli berdatangan menyerbu 10 warung penjual menu bekicot menjelang waktu berbuka puasa. Tidak heran, para pedagang sudah mulai membuka warungnya sejak pukul 16.00 WIB.

“Kalau ramainya pembeli mulai sore sebelum buka puasa sampai malam. Kalau pas hari biasa ya habis magrib sudah tutup,” ujar Suminah, pedagang lainnya.

Salah satu pembeli, Yeni mengatakan, ia suka berbuka dengan menu olahan bekicot karena harganya yang murah dan rasanya enak. Selain itu kandungan gizi yang ada dalam menu olahan bekicot, seperti protein, fosfor dan vitamin cukup tinggi. Ia sengaja datang pada siang hari agar bisa membeli dalam jumlah banyak.

“Tadi sengaja datang ke sana siang hari biar bisa dibuat buka puasa karena keluarga semua suka menu bekicot,” katanya.

Penulis: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved