Selasa, 26 Mei 2015
Tribunnews.com

Istri Dahlan Kunjungi Desa Bahasa Ngargogondo

Jumat, 10 Mei 2013 20:38 WIB

Istri Dahlan Kunjungi Desa Bahasa Ngargogondo
Tribun Jogja
Puluhan anak dan ibu-ibu memamerkan kebolehan mereka berbahasa Inggris di hadapan istri Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Nafsiah Sabri, di Desa Bahasa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Jumat (10/5/2013) sore. 

TRIBUNNEWS.COM MAGELANG, - Puluhan anak dan ibu-ibu memamerkan kebolehan mereka berbahasa Inggris di hadapan istri Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Nafsiah Sabri, di Desa Bahasa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Jumat (10/5/2013) sore.

Mereka tampak bersemangat, saat Nafsiah mendekati dan melihat cara mereka menghafal tata kalimat (tenses) dengan jari. Bahkan, mereka tidak canggung, untuk memamerkan kebolehan mereka bercerita dengan bahasa Inggris atau story telling.

Nafsiah terlihat senang melihat antusias anak-anak usia Sekolah Menengah Pertama dan beberapa ibu-ibu yang ikut belajar Inggris di Desa Bahasa tersebut. Ia bahkan dengan senang hati menanggapi permintaan anak-anak untuk berfoto bersama.

“Kami berterima kasih atas sambutan yang hangat,” katanya.

Sementara itu, Perintis Desa Bahasa, Hani Sutrisno mengatakan kedatangan istri Dahlan Iskan tersebut, mewakili sosok Dahlan Iskan yang simpel, sederhana, dan mudah bergaul dengan masyarakat. Dengan kedatangan jajaran Deputi BUMN dan sosok Dahlan Iskan, ia berharap ada semangat untuk anak-anak yang belajar agar bisa maju.

“Terutama bisa semangat untuk tetap fasih berbahasa Inggris dan bisa memajukan bangsa di era perdagangan bebas nantinya,” jelasnya.

Hani mengatakan Desa Bahasa tersebut, merupakan desa bahasa pertama di Indonesia. Pada misi awal tahun 1998, Hani merintis pembelajaran bahasa asing untuk warga sekitarnya. “Latar belakang pendirian desa bahasa ini karena berada di Candi Borobudur yang merupakan objek wisata internasional. Ada sebuah keprihatinan mengapa tidak semua warga bisa berbahasa asing,” kata juara II pemuda pelopor Jawa Tengah tahun 2005 ini.

Halaman123
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas