Penyiram Ladang Sayur Otomatis Antar Anang Raih GS Astra Power Of Innovation Award 2014

Anang Prasetyo mahasiswa dari prodi Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNY berhasil menyabet juara pertama dan juara favorit kategori umum

Penyiram Ladang Sayur Otomatis Antar Anang Raih GS Astra Power Of Innovation Award 2014
TRIBUNJOGJA.com/ Pristiqa Ayun
Anang Prasetyo mahasiswa dari prodi Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNY berhasil menyabet juara pertama dan juara favorit kategori umum dalam GS Astra Power Of Innovation Award 2014

Laporan Reporter Tribun Jogja, Pristiqa Ayun W

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA‎ - Anang Prasetyo mahasiswa dari prodi Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNY berhasil menyabet juara pertama dan juara favorit kategori umum dalam GS Astra Power Of Innovation Award 2014.

Anang menciptakan inovasi terbaru, yaitu sebuah penyiram ladang sayur otomatis.

Dengan inovasi yang berhasil masuk ke jajaran lima besar tersebut, Anang berhak atas dana sebesar Rp10 juta‎ untuk pembuatan prototype.

Selain itu, ia juga berhak mendapat hadiah uang pembinaan Rp50 juta sebagai juara pertama dan uang pembinaan Rp10 juta sebagai juara favorit kategori umum.

Rencananya, alat penyiram ladang otomatis ciptaan Anang itu akan pertama kali digunakan Kelompok Pertanian Sedyo Rukun, Desa Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul.

Anang menjelaskan, penyiram ladang sayur otomatis ini merupakan inovasi penyiraman menggunakan alat sehingga petani tidak lelah untuk menyirami tanaman pada lahan yang cukup luas.

"Ladang sayur yang ada di Karangrejek sangat luas padahal teknologi yang digunakan untuk menyiram ladang sayuran tersebut masih manual. Sehingga sangat menyita waktu dan tidak efektif dalam pendistribusian air sehingga hasil produksi kurang maksimal," jelas ‎Anang, Selasa (6/1/2015).

Oleh karena itu, lanjutnya, dirancanglah alat penyiram otomatis yang menggunakan beberapa komponen seperti pompa air, inverter, solar cell, accu, mikrokontroler ATMega8, Modul SHT11, dan LCD.

Alat ini disetting untuk menyiram tanaman pada dua sesi, yaitu pukul 08.00-10.00 dan 15.00-17.00.

"Cara kerjanya adalah modul SHT11 membaca sensor pada waktu-waktu tersebut, dan apabila terdeteksi kering maka modul akan memerintahkan pompa air untuk menyiram tanaman di ladang. Setelah ladang cukup basah atau hingga limit waktu yang ditentukan, pompa air akan berhenti menyiram tanaman," jelas Anang. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help