Dinas Pariwisata DIY Targetkan Kunjungan Wisata Bisa Meningkat 15 Persen

Dinas Pariwisata DIY menargetkan angka kunjungan wisata bisa meningkat hingga 15 persen selama 2015

Dinas Pariwisata DIY Targetkan Kunjungan Wisata Bisa Meningkat 15 Persen
Kompas/ Ferganata Indra Riatmoko
Wisatawan asing asal Belgia menaiki becak untuk menikmati suasana kota di kawasan Titik Nol, Yogyakarta, Selasa (2/4/2013). Berwisata dengan becak merupakan salah satu paket wisata yang banyak diminati wisatawan asing saat berkunjung di Yogyakarta. 

TRIBUNNEWS.COM.YOGYA - Dinas Pariwisata DIY menargetkan angka kunjungan wisata bisa meningkat hingga 15 persen selama 2015 ini. Pangsa pasar wisatawan yang sudah tersegmen membuat pemerintah optimistis target itu bisa tercapai.

Kepala Dinas Pariwisata, Aris Riyanta, mengatakan bahwa hingga September 2014 lalu, angka kunjungan mencapai 2,4 juta wisatawan domestik dari target 2,2 juta orang dan 1,8 juta wisatawan manca negara. Sementara untuk 2015 ini, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan domestik mencapai 2,6 juta orang dan wisatawan manca 2,25 juta orang.

Pihaknya optimistis angka tersebut bisa tercapai mengingat DIY punya pangsa wisata tersendiri pada bulan-bulan tertentu. Pada Juni-Agustus, biasanya Yogyakarta dibanjiri wisatwan dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sedangkan pada liburan hari besar dan akhir tahun dibanjiri oleh kalangan keluarga.

”Kami tetap menargetkan ada peningkatan kunjungan wisatwan ke DIY sebesar 10-15 persen tahun ini,” kata Aris, Minggu (25/1).

Dengan pangsa pasar yang sudah jelas itu pula, pihaknya tak merasa khawatir ada kebijakan penghapusan low cost carrier (LLC) pada maskapai penerbangan dari Kementerian Perhubungan.

Aturan tarif batas bawah 40 persen dari batas atas itu disebutnya tidak akan memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.

Wisatawan yang datang ke Yogyakarta melalui jalur udara menurutnya memang ingin berlibur dan bukan hanya berasal dari kalangan pemburu tiket promo. "Mereka ke sini memang untuk berwisata dan menghabiskan waktu," katanya.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved