Direktur Batik Air Benarkan Adanya Teror Bom
Hingga pukul 09.00, maskapai yang berada di bawah naungan Lion Air itu masih dijaga ketat oleh aparat setempat.
Laporan Wartawan WARTA KOTA, Banu Adikara
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG — Sebuah maskapai Batik Air A320 tujuan Ambon-Jakarta terpaksa harus mendarat mendadak di Makassar, Sulawesi Selatan karena mendapat ancaman bom.
Hingga pukul 09.00, maskapai yang berada di bawah naungan Lion Air itu masih dijaga ketat oleh aparat setempat.
Para penumpangnya pun juga masih berada di bandara untuk pengamanan.
Direktur Airport Operation and Services Lion Air, Daniel Putut pada Jumat (17/4) membenarkan adanya kejadian itu.
"Mendarat mendadak di Makassar sekitar pukul 08.00 karena ada teror bom via SMS," kata Daniel.
Walaupun masih sumir, Daniel menuturkan, pihaknya tidak mau ambil risiko.
"Karena ancamannya bisa membahayakan keselamatan seluruh orang yang ada di pesawat, maka pilot memutuskan mendarat mendadak di bandara terdekat," kata Daniel.
Pihak kepolisian di Makassar, kata Daniel, hingga kini masih berkoordinasi dengan Polda Ambon untuk membuktikan kebenaran teror tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/batik-air-mendarat_20150402_074525.jpg)