5000 Lebih Warga NU Bersalawat di Lapangan Renon Denpasar

Lima ribu lebih warga NU dari Jawa dan NTB berkunjung ke Bali untuk mengikuti 'Gema Bersalawat dan Peringatan Harlah ke-91 Nahdlatul Ulama.

5000 Lebih Warga NU Bersalawat di Lapangan Renon Denpasar
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf memimpin langsung 'Gema Bersalawat dan Peringatan Harlah ke-81 Nahdlatul Ulama' dengan tema menjaga Keutuhan NKRI di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Sabtu (21/1/2017) malam. TRIBUN BALI/I MADE ARDHIANGGA 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Lima ribu lebih warga Nadhlatul Ulama dari Jawa dan NTB berkunjung ke Bali untuk mengikuti 'Gema Bersalawat dan Peringatan Harlah ke-91 Nahdlatul Ulama.'

Gema bersalawat tahun ini yang mengusung tema menjaga Keutuhan NKRI berlangsung di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Sabtu (21/1/2017) sekitar pukul 19.00 Wita.

Gema Bershalawat sendiri dipimpin oleh ulama besar NU dari Jawa Tengah,

Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf hadir memimpin langsung acara. Ia mengenakan gamis cokelat dan menuturkan banyak pesan kepada umat Muslim supaya menjaga keutuhan NKRI.

Dalam sambutannya, Habib Syech menuturkan, semoga Allah Swt mengabulkan hajat dunia dan akhirat bagi seluruh umat Muslim dan menyelamatkan bangsa Indonesia dan seluruh warganya.

Ia menyampaikan, supaya dengan berkumpulnya umat Islam untuk bersalawat membuat sifat-sifat yang baik terpelihara dan usai pulang menjadi hamba yang baik.

Dengan begitu, maka akan memudahkan rejeki untuk meningkatkan iman, supaya terlepas dari segala kemiskinan ilmu dan akhlak.

"Semoga ketentraman tercipta dan umat Islam menjadi cinta damai dan kebaikan. Dan umat Islam menjadi contoh dalam kebaikan (bagi umat lainnya)," ucap dia.

Habib Syech mengaku berterimakasih kepada umat nonMuslim yang berandil besar dalam suksesnya acara tersebut seperti pecalang dan ormas Bali yang turut menjaga keamanan.

Ia meminta supaya saudara kemanusiaan umat Muslim itu mendapat rida Allah Swt dan permusuhan atau dengki dan hasut di dalam hati dijauhkan.

"Islam harus menjadi pelopor kebaikan. Terima kasih untuk pecalang dan saudara non-Muslim yang ikut menyukseskan acara. Semoga diberikan rida Allah Swt. Dan buka hati terhadap sesama, agar semuanya dapat nikmat dunia dan akhirat. Cinta terhadap NKRI dan bangsanya, ketaatan dan jauhkan dari perpecahan," ungkap dia.

Ketua PCNU Kota Denpasar, Haji Muhammad Syafii Abdillah, menyatakan acara ini bertujuan membuat Bali tetap kondusif. Mewakili warga NU, ia akan melawan siapa pun yang menganggu NKRI.

"Secara keseluruhan siapa pun lintas agama, siapa pun yang merongrong maka akan dilawan. Terutama di Bali atau di mana pun," tegas dia.

Penulis: I Made Ardhiangga
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved