Sabtu, 30 Agustus 2025

Diretas, Papan Informasi SPBU di Medan Tampilkan Ujaran Kebencian Pada Jokowi dan Megawati

Nama Jokowi dan Megawati muncul dalam papan informasi elektronik milik SPBU Pertamina di Jalan Marelan IV Kota Medan, Sumatera Utara.

Editor: Adi Suhendi
Tribunjatim.com
Ilustrasi SPBU 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Nama Jokowi dan Megawati muncul dalam papan informasi elektronik milik SPBU Pertamina di Jalan Marelan IV Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/5/2019) malam.

Papan totem display LED yang biasa menampilkan daftar harga BBM di SPBU tiba-tiba muncul tulisan berisi ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi dan mantan Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri.

Akibat peristiwa tersebut, warga sempat berkumpul untuk melihatnya kejadian tersebut.

Running text muncul sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, warga yang mengetahuinya langsung heboh lalu merekamnya.

Baca: Kisah Pria 72 Tahun di Kutai Timur Selamat Dari Terkaman Buaya, Tusuk Kelemahan Buaya dengan Tangan

Video rekaman warga lalu viral di media sosial.

Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri menjadi objek hinaan di sebuah SPBU di Medan, Sumatera Utara.
Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri menjadi objek hinaan di sebuah SPBU di Medan, Sumatera Utara. (Twitter)

Papan display langsung dimatikan setelah diketahui satpam sekitar satu menit kemudian.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo membenarkan kabar tersebut.

"Betul, papan totem display LED milik SPBU Pertamina Marelan diretas," kata Roby, Sabtu (25/5/2019).

Roby menjelaskan peretasan itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

Tak lama berselang setelah pergantian giliran kerja.

Baca: BPN Siap Buktikan Dugaan Kecurangan, Respons TKN: Apapun Hasilnya Harus berbesar Hati

Petugas sekuriti baru tahu fasilitas di SPBU itu dibajak setelah melihat warga yang bergerombol di depan Totem.

"Totem dimatikan. Langsung di -hard reset untuk dimatikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Roby menyebutkan SPBU yang diretas dikelola oleh mitra Pertamina berstatus SPBU DODO (Dealer Owned Dealer Operate) milik swasta dengan nomor seri SPBU 142021141.

Untuk antisipasi secara menyeluruh, pada Jumat (24/5/2019) pagi, Pertamina sudah menurunkan Tim IT Security untuk memeriksa di lokasi.

Kemudian Tim IT Security sudah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan display LED di Totem.

Baca: Benda Hitam di Saku Jubah Almarhum Ustaz Arifin Ilham Buat Hati Anaknya Bergetar, Ini Wujudnya

"Untuk sementara ini dalam meningkatkan keamanan, Totem-Totem yang ada di SPBU seputaran Kota Medan yang memiliki Totem itu semua dinonaktifkan. Paralel kami tingkatkan Security terhadap sistemnya, untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang," pungkas Roby.

Kasus ini mendapat perhatian dari manajemen pusat Pertamina.

Suasana di SPBU di Pasar III Marelan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan
Suasana di SPBU di Pasar III Marelan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan (Dewantoro/Kompas.com)

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman menjelaskan terkait kejadian peretasan diketahui pada Kamis (23/5/2019) pukul 22.00 WIB.

"Pihak SPBU bertindak cepat dan segera menonaktifkan display totem," ujar dia ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/5/2019).

Baca: Denny Indrayana Rahasiakan Substansi Materi Gugatan Prabowo-Sandi di MK

Dia mengatakan, pihak SPBU langsung merubah sistem yang mengendalikan display totem.

Pertamina pun menginformasikan insiden ini kepada SPBU-SPBU lain untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

"Pantauan pagi ini, totem sudah non aktif dan tidak menampakkan display.

Pertamina masih berkoordinasi internal untuk menentukan langkah lebih lanjut," ujar Fajriyah.

7 saksi diperiksa

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa orang dan menyita barang bukti.

''Sudah ada yang kami periksa sekitar tujuh orang. Pegawai SPBU termasuk manager kami periksa semua dan di dalami masing-masing," kata AKP Jerico via telepon seluler, Sabtu (25/5/2019).

Terkait adanya dugaan sabotase, Jerico menuturkan bahwa semua kemungkinan bisa saja terjadi.

Karena saat ini semuanya dalam kasus ini sedang didalami.

Baca: Dipicu Pertengkaran, Seorang Anak Bunuh dan Mutilasi Ayahnya Menjadi 25 Bagian

"Kemarin itu baru kami cek ternyata routernya itu, Wifi-nya masih memakai password default. Jadi belum dia ganti masih pakai password lama yang pertama sekali dikasih oleh vendor," ungkap Jerico.

"Kemungkinan siapa saja bisa terkait. Intinya sejauh ini kami masih mendalami kasus ini untuk mencari tahu siapa pelakunya," tambahnnya

Penulis: M.Andimaz Kahfi

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Papan Info di SPBU Marelan Dibajak, Tampilkan Ujaran Kebencian pada Presiden dan Megawati 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan