"Mega Mega" Karya Arifin C Noer akan Dipentaskan di GKJ

Karya ini juga mendapatkan penghargaan sebagai lakon sandiwara terbaik tahun 1967

TRIBUN/DANY PERMANA
teater 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah karya monumental seniman terkemuka Indonesia Arifin C. Noer yang berjudul 'MEGA MEGA' akan dipentaskan di panggung Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Pentas yang didukung Program Studi Seni Teater FSP IKJ (Jakarta Institute of the Art) ini merupakan bagian dari Art Summit Internasional Festival 2013.

"Kita tidak pernah mendapatkan, tapi selalu merasa kehilangan," ucap tokoh Mae dalam naskah yang ditulis pada tahun 1967 ini.

Karya ini juga mendapatkan penghargaan sebagai lakon sandiwara terbaik tahun 1967 dari Badan Pembina Teater Nasional Indonesia (BPTNI).

Pernah dipentaskan oleh Teater Ketjil pimpinan Arifin C Noer di Taman Ismail Marzuki pada tahun 1969 dan disutradarai oleh Arifin sendiri, dengan para pemain Sri Widiati Taufik, Rita Zahara, Taufik Efendi, Amak Baldjun, Ikranegara, Mansur Syahdan, dan Sardono W. Kusumo.

Pementasan kali ini akan berlangsung
Rabu 23 Oktober 2013 pukul 20.00 WIB, dengan sutradara Bejo Sulaktono yang sehari hari sebagai Ketua Program Studi Jurusan Teater IKJ.

Menurut Egy Massadiah, yang bertindak sebagai Executive Producer, meski 'MEGA MEGA' ditulis lebih  40 tahun silam, namun isi nya tetap aktual dengan situasi kehidupan saat ini. 

"Naskah ini mengisahkan tentang mimpi orang miskin. Mimpi-mimpi yang kerap mengganggu tidur. Mimpi-mimpi umum orang-orang yang kalah dalam persaingan hidup. Mimpi-mimpi yang seolah-olah mau mengatakan bahwa hanya dengan bermimpilah mereka bisa jadi kaya raya. Bahwa nasib mereka memang cuma bisa bermimpi," tutur aktor Teater Mandiri Putu Wijaya ini kepada wartawan.

Lebih lanjut Egy Massadiah yang banyak terlibat mensupervisi kegiatan kegiatan teater di Jakarta, menjelaskan bahwa Program Studi Seni Teater FSP IKJ aktif mengikuti event-event Teater Internasional dan melakukan pementasan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Tahun 2011 kami mementaskan naskah karya Putu Wijaya “BOM”, dalam The 6th International Experimental Theatre Festival di Shanghai China. Pada Juni 2012 kembali mementaskan naskah BOM dalam International Festival of Theatre Schools, Istropolitana Project, di Bratislava Slovakia," jelas Egy.

Arifin C Noer lahir di Cirebon tahun 1941 dan meninggal dunia pada 28 Mei 1995 pada umur 54 tahun. Semasa hidupnya sejumlah karya sandiwara telah lahir dari tangannya, diantaranya, Mega Mega - Kapai Kapai - Umang Umang - Madekur Tarkeni - Interogasi - Sandek Pemuda Pekerja - Ozone - Sumur Tanpa Dasar - Dalam Bayangan Tuhan.

Adapun karya film Arifin C Noer diantaranya,  Suci Sang Primadona - Koruptor Koruptor (dilarang beredar) - Harmonikaku - YuYun Pasien Rs Jiwa - Serangan Fajar - Penghianatan G 30 PKI - Jakarta 66 - Matahari Matahari - Bibir Mer dan Taxi.

Penulis: Dahlan Dahi
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved