• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Seleb

Deddy Corbuzier Mendadak Stop Acara Hitam Putih di Trans7, Ini Alasannya

Kamis, 16 Januari 2014 22:43 WIB
Deddy Corbuzier Mendadak Stop Acara Hitam Putih di Trans7, Ini Alasannya
Ist
Acara Hitam Putih-nya Deddy Corbuzier 

TRIBUNNEWS.COM - Para penggemar acara Hitam Putih, yang ditayangkan di Trans 7 tiap malam, hari ini dikejutkan oleh pengumuman pembawa acaranya, Deddy Corbuzier, yang memutuskan "menghentikan" acara tersebut pada Kamis ini, 16 Januari 2013. Share dan rating menjadi alasan mengapa acara ini harus dihentikan, seperti yang diungkap Deddy melalui laman Facebook pribadinya.

"Namun kita semua tahu bahwa di saat ini yang dinikmati masyarakat jauh dari hal-hal inspiratif.. Sehingga pasti acara seperti ini akan kehilangan share dan rating, karena share berada di tangan masyarakat majemuk..Kami tidak menyalahkan siapapun.. Inilah dunia TV dan Masyarakat. Dan kami pun saat ini menyerah.... Bukan untuk binasa namun utk berpikir dan berkarya lagi..Kami tidak bisa mengikuti arus dan kami berpegang pada hati... Maaf bila saya mengejutkan jutaan pemirsa dengan mengkahiri acara Hitam Putih," demikian pernyataan Deddy.

Sebetulnya, imbuh Deddy, Trans7 masih memberi kesempatan Hitam Putih untuk tetap tayang pada hari Sabtu dan Minggu. "Namun bagi saya lebih baik kami berhenti sejenak untuk berpikir daripada melawan arus dan hanyut akhirnya. Belakangan ini ribuan pesan meminta kami untuk mengembalikan Hitam Putih pada jalurnya tanpa mengetahui kendala yg ada pada kami..Kami pun ingin memberi yang terbaik.. Dan kami sadar apabila itu tidak bisa kami lalukan, maka kami memilih untuk tak ikut pada arus..."

Sontak, para penggemar Hitam Putih pun menuliskan komentarnya di Facebook. Leony Chrystie Clay, misalnya. Perempuan ini menulis begini, "SUMPAH YE daripada acara sampah kaya YKS diterusin dan bikin dampak buruk untuk masyarakatnya,,mendingan hitam putih yg ditampilin!!!!"
 
Buggaty Chah CherduOne, menulis seperti ini, "hitam putih tlng lanjut lg dong,,,ini acara sngt inspiratif bgt, saya tdk pernah nonton tv kcuali acara hitam putih....buat masyarakat indonesia tlng kalian smua harus'y bs memilah acara yg baik n mendidik dan hanya 1 yaitu HITAM PUTIH"

Cika Ucika Pepeyee menulis ini, "Kok. Gtu ya,, aku suka htm pth,,,tp. Eneq. Smnjak ada farhat."

Ya, ya, beberapa episode menjelang penutupan Hitam Putih (HP), pengacara Farhat Abas memang diberi ruang di salah satu segmen Hitam Putih berjudul "Celotehan Farhat Abas". Entahlah, kemunculan Farhat di segmen ini diniatkan untuk mendongkrak rating HP atau justru sebagai pertanda jika HP memang hendak digusur.

Masih banyak komentar penggemar HP yang kebanyakan menyayangkan "hilangnya" program HP dari layar kaca Trans 7.

Jika menyimak dari beberapa komentator yang menyayangkan kepergian HP, maka ada beberapa di antaranya yang menuduh acara-acara semacam YKS, Campur-Campur, dan Pesbukers sebagai penyebab hilangnya "kecerdasan" masyarakat dalam menyerap tayangan di televisi. Walhasil, acara yang membawa pesan dan "berisi" macam HP pun harus tersingkir, lantaran penonton dihujani oleh acara variety show itu secara masif. Itu pula yang disadari oleh Dedy sebagai pembawa acara yang mengaku tidak akan terbawa oleh arus tontonan yang dipenuhi haha hihi dan kementelan.

Hitam Putih sendiri merupakan program talkshow dengan format mind reading yang menghadirkan bintang tamu yang inspiratif dan populer, dibawakan oleh Deddy Corbuzier dengan menyelipkan aksi-aksi khasnya. Bintang tamu akan diberikan pertanyaan seputar masalah pribadi, prestasi, bahkan harapan. Acara dikemas dengan kejahilan, kemahiran, dan ketajaman host dalam mengatur permainan pikiran yang akan mengundang gelak tawa.

Lantas, seperti apa sebetulnya peta tontonan di televisi yang bertarung pada jam prime time, yakni sekira pukul 18.30 hingga 22.00 WIB? Mari kita simak apa saja yang ditayangkan pada "jam mahal" tersebut.

Indosiar masih mengandalkan sinetron dengan tema-tema rumah tangga berjudul Antara Isteri dan Wanita Lain. Trans TV asyik dengan tayangan YKS (Yuk Keep Smile). Tayangan ini oleh beberapa pemerhati televisi dianggap sebagai tontonan garing dan tidak mendidik.

MNC TV tak mau beranjak dari acara sinetron yang digeber sejak pukul 19.00 hingga 22.30 WIB dengan judul Putri Duyung, Tendangan Si Madun Returns, dan Raden Kian Santang.

ANTV, kini stasiun TV itu berhadap-hadapan langsung dengan Trans 7 lewat tayangan yang penuh haha hihi. Sejak pukul 16.55, ANTV telah menayangkan Pesbukers hingga pukul 19.25, dan diteruskan acara Campur Campur, dan Twitteran yang berakhir pada pukul 21.55 WIB.

SCTV dan RCTI masih bertempur dengan tayangan sinetron keluarga. RCTI sejak pukul 17.00 sudah menggelar sinetron Anak-anak Manusia hingga pukul 19.00 WIB, diteruskan dengan sinetron Khanza 2, dan ditutup sinetron Tukang Bubur Naik Haji pada pukul 23.00 WIB.

Sementara itu, SCTV nampaknya masih mengandalkan sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekah yang ditayangkan pada pukul 21.00-22.30 WIB.

Stasiun televisi lain, seperti TVRI, Global TV, TV One, dan Metro TV boleh dibilang masih menyajikan tontonan yang "berisi". Artinya, tontonan yang mereka gelar masih menarik, aktual, bermanfaat, dan inspiratif.

Lantas, apa menariknya Hitam Putih sehingga disukai oleh penonton yang lebih menyukai "isi" ketimbang "kulit"? Berdasarkan konten isinya, Hitam Putih mengarahkan perbincangan pada masalah pribadi yang dianggap mampu memotivasi serta inspiratif. Talent ataupun bintang tamu yang diundang tentunya akan memaparkan pengalamannya dalam meraih kesuseksan hingga dikenal oleh banyak orang. Kisah yang dipaparkan tak jarang membuat bintang tamu menangis.

Pertanyaan lugas pun terus disodorkan kepada bintang tamu. Konten isi perbincangan inilah yang dijual dengan kemasan santai dan disajikan dengan atraksi bahkan alunan musik. Masalah pribadi dari bintang tamu dianggap lumrah untuk diperbincangkan ke publik. Para fans yang mungkin sedang menonton pun akan merasa sangat tertarik dengan setiap ucapan dari bintang tamu. Komunitas-komunitas yang ada di Indonesia pun terkadang hadir sebagai bintang tamu sembari memamerkan karya mereka. Selebriti yang berprestasi pun dihadirkan dan diharapkan mampu memberikan inspirasi.

Gaya hidup dan masalah perceraian diungkapkan lewat program ini. Salah satu episode Hitam Putih pun pernah mendapat teguran tertulis oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) karena pertanyaan yang ditujukan bersifat tidak pantas dan di luar konteks kesiapan usia. Hal ini dianggap menjual, namun justru dapat menyakiti pihak tertentu. Tepatnya episode 8 april 2012 pukul 18.28 WIB menayangkan adegan Deddy Corbuzier yang menanyakan sebuah pertanyaan kepada seorang anak di luar kemampuan si anak untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Share dan Rating

Nah, marilah kita simak, seperti apa pertarungan acara-acara tersebut dalam memperebutkan Share dan Rating pada akhir mei 2013.

Jika menyimak angka rating yang dilansir Nielsen yang ditulis http://allaboutduniatv.blogspot.com, maka yang bertempur dahsyat memang acara Campur-Campur (CC) dan YKS. Rating CC yang tayang di ANTV pada Rabu (16/10), menempati peringkat 29 dengan TVR 1,9 dan share 7,5 persen. Pada keesokan malamnya (17/10), rating CC naik signifikan dengan menempati peringkat 13 dengan TVR 2,5 dan share 9,9 persen di segmen ALL. CC menjadi acara unggulan dengan rating tertinggi kedua setelah Pesbukers yang duduk di peringkat 12 dengan TVR 2,5 dan share 12,9 persen.

Namun CC masih tertinggal dengan YKS yang memang sudah mempunyai penonton setia. Pada Kamis (17/10), YKS menempati peringkat 3 dengan TVR 4,4 dan share 20,2 persen. Sebelum ada YKS, Trans TV terlihat sering mengubah schedule program primetime nya. Kesuksesan YKS juga menggusur Bioskop Trans TV yang kini harus tayang larut malam. Hal ini juga menjadi kritikan para pecinta setia BTT.

Istilah rating dan share bagi kerap diterjemahkan sebagai hidup-mati sebuah program TV. Sebuah acara akan awet atau hanya seumur jagung,  tergantung rating dan share yang diraih. Ukuran seperti apakah yang digunakan AGB Nielsen Media Research dalam melakukan penelitiannya? Metode seperti apakah yang dilakukan? Khusus untuk TV, sebutannya Television Audience Measurement (TAM) yang dilakukan Nielsen di Indonesia dan 26 negara lainnya. Survey itu dirancang bagi pengiklan, agensi iklan, maupun pengelola TV untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik karakter penonton TV dan acuan tontonan TV di kota-kota besar Indonesia.

Sejak 1991, Nielsen Indonesia telah menyediakan laporan rating mingguan bagi stasiun TV dan pengiklan mengunakan Layanan Rating Harian-penonton sampel mencatat acara yang ditonton serta di kanal mana, di dalam buku harian yang disediakan. Hasilnya dikirimkan pada NMR yang kemudian mentransfernya ke komputer.

Tahun 1997 NMR beralih menggunakan Peoplemeter System untuk mengembangkan pengukuran yang lebih akurat menit per menit. Metode Peoplemeter untuk memperoleh gambaran lebih akurat mencakup 5 kota besar (Jabodetabek, Surabaya, Medan, Semarang, dan Bandung). Pada 2002 di tambah Makassar. Pada 2003 ditambah Yogyakarta (termasuk Bantul dan Sleman) serta Palembang, 2004 (Denpasar), dan 2006 (Banjarmasin). Survey Nielsen mencakup populasi 49,5 juta penonton TV.

Sejak Maret 2007, Nielsen memberikan layanan laporan rating harian. Informasi detil sebuah program acara bisa langsung diketahui sehari setelah acaranya tayang. Rating harian juga mencakup 10 kota besar Indonesia.

Angka rating dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, misalnya saja durasi suatu program, program tandingan, kualitas gambar yang diterima di rumah, penonton yang ada (available audience), jadwal tayang, waktu-waktu insidentil, juga pola kebiasaan penonton di daerah-daerah tertentu. Rating program tidak mencerminkan kualitas program. Rating adalah presentase dari penonton suatu acara dibandingkan dengan total atau spesifik populasi pada waktu tertentu. Yang diukur melalui rating ini kuantitas dan bukan kualitas suatu acara.

Rating = Jumlah penonton program A dibagi Populasi TV x 100 persen.

Dengan perhitungan rating yang menit per menit, panjangnya program mempengaruhi rating dari satu program. Misalnya program yang tadinya berdurasi 30 menit mempunyai rating 10. Ketika diperpanjang menjadi 60 menit, ratingnya turun menjadi 8 persen, dikarenakan angka pembagi yang semakin besar.    

Lantas, apakah share? Apa bedanya dengan rating? Share adalah persentase jumlah pemirsa atau target pemirsa pada ukuran satuan waktu tertentu pada suatu channel tertentu terhadap total pemirsa di semua channel.

Share =  Program Rating: Total Rating x 100 %
              
Ada pula istilah Channel Share yakni persentase pemirsa TV di satu periode tertentu pada saluran TV.  Rumus perhitungannya adalah

Channel Share =  Channel Share: Total Pemirsa x 100 %
                             
Pada Channel Share yang dibandingkan bukan lagi acaranya, melainkan stasiun TV-nya. Singkat kata, beda rating dan share yakni, angka rating menghitung jumlah penonton TV pada sebuah acara, sedang share menghitung persentase penonton TV di antara stasiun TV lain. Misal, jika ada 3 stasiun TV dengan populasi 10 ribu dan TV1 mempunyai angka penonton 2 ribu, TV2 seribu, dan TV3 seribu, maka rating TV1 20% dan share-nya 50%; TV2 rating 10%, share 25%; TV3 rating 10% dan share 25%. 

Perginya Hitam Putih

Hitam Putih hanyalah salah satu program televisi yang telah menjadi "almarhum", mengikuti jejak program-program lainnya yang serupa maupun yang berbeda. Dan untuk urusan hidup mati sebuah program, memang banyak hal yang menyertainya, termasuk jika acara tersebut dipandang tidak patut, maka lambat laun acara itu pun akan mati dengan sendirinya alias ditinggal penontonnya. Namun, algojo paling mematikan yang digunakan oleh televisi selama ini memang lembaga survay yang mengeluarkan angka-angka sharing dan rating.

Khusus mengenai Hitam Putih, selain, barangkali, karena urusan rating dan sharing, konon Deddy Corbuzier sebagai pembawa acara memang memiliki rencana melanjutkan pendidikan S3. Mmeinjam bahasa para penggemar Hitam Putih, bahwa bukan kematian acara "Hitam Putih" yang menjadi soal. Yang menjadi perkara adalah, seperginya Hitam Putih, adakah acara televisi yang bukan hanya menyajikan kulit, tetapi "isi" yang terdiri dari: pesan yang baik, aktual, inspiratif dan juga bermanfaat.

Jika tak muncul acara yang bernas, boleh jadi acara-acara yang digelar di televisi dan mendapatkan perhatian besar dari penonton melalui sharing dan rating yang tinggi, adalah potret dari bangsa ini yang sudah sumpek oleh keadaan negara ini. Jadi, mereka pun memilih untuk bergoyang dan ber haha hihi...

Jodhi Yudono

Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas