• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Superball

Evan Dimas, Tak Pernah Lupa Minta Doa Ibu

Selasa, 24 September 2013 04:49 WIB
Evan Dimas, Tak Pernah Lupa Minta Doa Ibu
Evan Dimas 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sebelum Piala AFF U-19 digelar, nama Evan Dimas Darmono belum banyak dikenal. Kapten tim Garuda Muda itu memang baru tercatat sebagai gelandang serang Persebaya 1927 .

Tetapi ketika tampil membela Merah Putih di Piala AFF U-19, sosok pemain yang pendiam dan rendah hati itu, justru menjadi perhatian pecinta bola, bahkan pelatih tim-tim peserta Piala AFF karena penampilan dan kemampuan bolanya yang konsisten selama turnamen berlangsung.

Putra pertama dari pasangan Condro Darmono dan Ny Ana itu selalu agresif, lincah dan tanpa kompromi saat memainkan bola di lapangan. Ini sangat berbeda dengan penampilannya ketika di luar lapangan yang tidak banyak omong dan murah senyum.

Pemain jebolan PS Mitra Surabaya ini menjadi pemain paling subur di Timnas Indonesia dengan torehan lima gol. Kemasan gol sebanyak itu menujukan bukti, Evan merupakan pemain berbakat luar biasa.

Tak hanya memiliki naluri mencetak gol tinggi, Evan juga mahir mengatur tempo permainan, mendistribusikan bola dan sebagai pemain pengatur serangan.

Anak pertama dari empat saudara ini ibarat roh dan otak permainan Merah Putih. Kehadiran Evan selalu dinanti-nantikan dan jadi peran penting di skuad Indonesia. Tanpa Evan, permainan Indonesia bisa goyah karena tidak ada pengatur lapangan di sektor tengah.

Evan mengawali karir sepak bola bersama Sekolah Sepak Bola (SSB) Mitra Surabaya ketika berusia 11 tahun. Sejak kecil, Evan yang juga hobi bermain tenis meja ini menyukai sepak bola.

Evan tumbuh dikeluarga sederhana. Ayahnya, Condro Darmono sehari-harinya bekerja sebagai petugas keamanan, ibunya, Ny Ana sebagai ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Evan merupakan satu-satunya pemain Indonesia yang dikirim sebuah perusahaan perlengkapan olahraga untuk menimba ilmu sepak bola di Bercelona, Spanyol selama dua pekan.

Setelah belajar di Bercelona, Evan pernah membela tim Jawa Timur di PON XVIII/2012 di Riau. Sayang, Jatim gagal total pada ajang empat tahunan tersebut.

Setelah PON 2012, Evan memutuskan bergabung dengan Persebaya 1927. Dia juga tercatat sebagai pemain Timnas Indonesia mulai U-17.

Adalah mantan Pelatih Persebaya Ibnu Grahan yang memberi rekomendasi Evan masuk Persebaya, meski di tim kebanggaan arek-arek Suroboyo itu, karirnya belum mulus karena statusnya dari pemain amatir ke profesional 'digantung' PSSI.

Pemain kelahiran 1996 ini masih merasa banyak kekurangan. “Saya masih butuh jam terbang lebih banyak lagi. Saya masih baru memulai dan akan terus berusaha berkembang,” aku Evan.

Baginya, apa yang telah dicapainya sejauh ini berkat dukungan semua rekan-rekannya di Timnas dan bimbingan pelatih. “Saya punya teman yang bisa membantu saya untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan sendiri. Saya juga mempunyai pelatih yang tekun dan sabar dalam membina saya,” aku pemain bernomor punggung 6 ini.

Menapaki jalan jadi pemain hebat bagi Evan butuh waktu yang tak sebentar. Ia sangat menyadari, apa yang dilakukan saat ini masih jauh dari harapan. Terus belajar untuk memperbaiki diri dan selalu mendengarkan arahan para pelatih dinilai sebagai kunci yang bisa membukakan jalan menuju harapannya.

“Saya ingin jadi diri sendiri dengan ciri saya sendiri. Saya memang mempelajari teknik sepak bola dari banyak pemain top dunia, tapi saya tak ingin menjadi seperti mereka. Saya ingin dikenal dengan cara main yang saya miliki. Saya harus terus belajar dan tak boleh cepat puas,” ucap Evan.

Pelatih Indra Sjafri pun memberi apresiasi dan pujian kepada anak didiknya ini. Evan dinilai sebagai pemain yang cerdas dan mudah menerjemahkan instruksi pelatih.

"Memang semua pemain yang saat ini saya miliki bagus diposisinya masing-masing, tapi belum ada pemain yang memiliki kemampuan seperti Evan,” jelas Indra.

Pelatih asal Padang itu mengaku, kelebihan lain Evan adalah jiwa kepemimpinannya. Meski terbilang pendiam, Evan bisa sangat berbeda ketika di lapangan, lebih komunikatif.

“Ia memiliki sikap dan prilaku yang baik, tenang dan bisa cepat membaca pola permainan lawan. Semua itulah yang membuat Evan jadi panutan bagi pemain lain,” ucap Indra.

Asal tidak cepat besar kepala, kata Indra, Evan bisa jadi pemain bintang masa depan Indonesia. Bahkan, karirnya diprediksi cemerlang dan panjang.

“Karena tipikal pemain seperti Evan ini sangat jarang. Dia bisa berfungsi sebagai breaker sekaligus playmaker. Pemain seperti ini sangat dibutuhkan oleh semua tim,” beber Indra.

Ny Ana juga memberi dukungan penuh kepada anak pertamanya memutuskan bermain sepak bola. Evan tidak pernah neko-neko (macam-macam) dan selalu patuh dan menghormati orangtua.

"Saya selalu berdoa kepada Evan supaya diberi kemudahan. Bisa bermain sepak bola dengan baik dan berprestasi," harap Ny Ana.

Kepada orangtuanya, lanjut Ny Ana, Evan juga selalu hormat dan penurut. Setiap mau main di pertandingan, dirinya juga selalu dimintai doa restu.

"Ini sudah kebiasaan lama Evan, minta doa kepada ibunya. Sebagai ibu, saya ingin supaya akak saya diberikan prestasi terbaik," cetus Ny Ana.

Melihat anaknya membela negara dan bangsa di ajang AFF U-19, Ny Ana dan keluarganya pun selalu memberi dukungan dengan langsung datang ke stadion, baik di Sidoarjo dan Gresik. Kedua orangtua Evan dan keluarga memberi suport saat Indonesia lawan Brunai Darussalam, Myanmar, Malaysia, Thailand, Timor Lorosai dan final menghadapi Vietnam.(fathkul alamy/surya)

Bio Data :
Nama : Evan Dimas Darmono
Lahir : Surabaya, 13 Maret 1996
Posisi : Gelandang/Striker
Tinggi/Berat Badan: 164 cm/54 kg
Anak ke : 1 dari 4 bersaudara
Orangtua : Condro Darmono/Ny Ana
Hobi : Tenis Meja
Asal Klub : Mitra Surabaya

Karier:
2009 Medco Jatim
2009 Porprov Surabaya
2010 Popda Jatim
2010 Persebaya U-15
2011 Persebaya U-18
2012 Tim PON Jatim
2012 Timnas U-17
2013 Timnas U-19
2013 Persebaya 1927

Prestasi:
- 2010 : Juara Kompetisi U-15 bersama PS Mitra Radar Surabaya
- 2011 : Juara HKFC (Hongkong) Cup
- 2012 : Pemenang event pencarian bakat The Chance yang diadakan produk alat dan perlengkapan olahraga Nike. Evan dikirim belajar ke Ciutat Esportiva Joan Gamper, Akademi Sepak Bola FC Barcelona, Spanyol
- 2013 : Juara HKFC (Hongkong) Cup
- 2013 : Juara Piala AFF U-19

Editor: Ravianto
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2319831 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Klasemen
Tim P M M S K
180352555
275352366
374342356
470352177
569352096
Tim P M M S K
190342932
282342572
368342086
4583417710
5563414146
Tim P M M S K
185342743
281342635
379332544
462341888
559341789
Tim P M M S K
Timur
1199612
2168512
3149522
4137340
5128332
Barat
1198611
2187601
3168512
4147421
5129333
Atas