Menciptakan Digitalisasi Aset Dan Pengembangan Aplikasi Tingkat Perusahaan

Salah satu lembaga yang telah melakukan kerjasama dengan Energy Eco adalah BP Batam (Batam Indonesia Free Zone Authority - BIFZA).

Menciptakan Digitalisasi Aset Dan Pengembangan Aplikasi Tingkat Perusahaan
Istimewa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Energy Eco Chain (EEC)  dengan ET hybrid blockchain dan dompet digitalnya menciptakan platform digitalisasi aset dan pengembangan aplikasi tingkat perusahaan terbarunya.

“Dibandingkan dengan Blockchain 1.0 seperti Bitcoin Network dan Blockchain 2.0 seperti Ethereum, ET hybrid chain technology memiliki tiga fitur canggih yang dapat dikategorikan sebagai Blockchain 3.0,” kata Tony Huang, Chief Operating Officer, Energy Eco Chain Foundation dalam keterangan persnya, Kamis (19/4/2018).

Dijelaskannya, kelebihan dari aplikasi ini pPertama-tama, ET hybrid chain menyediakan kontrak cerdas yang fleksibel dan disesuaikan, yang meliputi digitalisasi aset, manajemen keuangan dan perdagangan aset terdistribusi, dan lain-lain.

“Kedua, ET hybrid chain memiliki sistem keamanan aset digital yang komprehensif. Sebagai contoh, dapat menyediakan fungsi multi-tanda tangan ke dompet digital sehingga beberapa pengambil keputusan dapat secara bersama mengelola aset digitalsehingga kepemilikan aset digital menjadi milik perusahaan bukan hanya individu.

"Ketiga, ET hybrid chain ditampilkan dengan skalabilitas yang efektif. Berdasarkan arsitektur teknologi berbasis hybrid blockchain, ET hybrid chain memiliki kedua karakteristik blockchain publik dan swasta," jelasnya.

Salah satu lembaga yang telah melakukan kerjasama dengan Energy Eco adalah BP Batam (Batam Indonesia Free Zone Authority - BIFZA).

Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo MA, Kepala BP Batam mengatakan, pihaknya menantikan aplikasi yang didasarkan pada teknologi blockchain hybrid mutakhir ini dapat diterapkan dengan baik di bidang pembangunan hub keuangan digital, serta promosi infrastruktur dan layanan e-government.

"Saya percaya kekuatan teknologi akan mendukung kewarganegaraan digital dan mengubah lanskap sosial-ekonomi dengan Batam sebagai uji coba pertama,” ujarnya.

Tony Huang juga mengumumkan mitra strategis lainnya yakni Asia Pacific Economic Cooperation (APEC):

"Di APEC mendatang yang akan diselenggarakan di Papua New Guinea, kami bangga menjadi mitra resmi APEC dan akan menjadi tuan rumah KTT APEC," jelasnya.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help