Home »

Techno

»

News

ADO Duga Sindikat Penilep Uang Insentif Driver GrabCar Bagian dari Suspend Sepihak

Dia menilai fenomena suspend itu membuat mitra driver mengalami kerugian yang bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga sejuta rupiah.

ADO Duga Sindikat Penilep Uang Insentif Driver GrabCar Bagian dari Suspend Sepihak
BBC
Grab Taxi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Christiansen Wagey menduga sindikat penilep uang insentif mitra driver Grab yang diungkap kepolisian merupakan bagian dari fenomena suspend sepihak.

”Patut diduga, apakah sindikat yang diungkap Polda Metro Jaya itu bagian dari fenomena suspend sepihak, hilangnya insentif dan deposit yang dialami mitra driver GrabCar di tahun 2017,” katanya dalam keterangan.

Dia menilai fenomena suspend itu membuat mitra driver mengalami kerugian yang bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga sejuta rupiah.

”Grab wajib mengganti kerugian mitra driver, menyampaikan klarifikasi, dan membuka posko pengaduan sehingga hak-hak pengemudi GrabCar dipenuhi oleh mereka,” ujar Christiansen.

Kejadian pembobolan uang insentif mitra driver yang diungkap Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu, sambung Christiansen, menjadi bukti ada masalah dalam tata kelola Grab.

“Kami melihat Grab tidak profesional yang menyebabkan kerugian bagi mitra driver,” katanya.

Lebih jauh Christiansen menilai peristiwa pembobolan itu secara langsung berdampak negatif pada mitra driver.

Terlebih yang dimanipulasi adalah data-data akun mitra yang dilakukan oknum pegawai internal.

Baca: Mudah Dibobol Aplikasi Tuyul, Mekanisme Pengawasan Grab Dinilai Lemah

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance, Mas Achmad Daniri berpandangan terjadinya kasus pada Grab itu berakar pada isu transparansi.

”Masalah di Grab itu kemungkinan informasi tidak sampai ke mitra driver sehingga oknum Grab itu bisa melakukan reroute rekening,” ungkapnya.

Dia pun mengusulkan perlunya penekanan pada prinsip check and balance serta transparansi agar masalah serupa tidak terulang lagi.

”Sebenarnya prinsip GCG (good corporate governance) murah dan sederhana,” tegasnya.

Maka kembali pada prinsip transparansi melibatkan pengelola dengan para anggota dalam hal ini mitra driver Grab. ”Kemungkinan persoalan di GRAB terjadi karena tidak ada transparansi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membekuk komplotan penilep uang insentif mitra driver Grab senilai Rp 1 miliar. Pelakunya merupakan orang dalam dan mantan karyawan.

Pihak Grab sendiri mengklaim sudah mengembalikan uang insentif yang dicuri oknum itu ke mitra driver.

Penulis: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help