Minggu, 12 April 2026

GO-JEK Janji Perbanyak Halte Khusus untuk Driver

Dua shelter ojek online di mal Senayan City dan Pacific Place yang sudah bisa dimanfaatkan sebagai area drop off dan menjemput penumpang.

Editor: Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
VP Corporate Communications GO-JEK Michael Say (dari kiri), VP Driver Community Arief Pradetya, VP Corporate Account Management Telkomsel Primadi K Putra, dan VP Enterprise Mobile Product Marketing Telkomsel Jaka Wiradisuria saat peluncuran kerja sama Paket Siap Online di Jakarta, Jumat (6/7/2018). Paket Siap Online merupakan bentuk lanjutan kerja sama bisnis GO-JEK dan Telkomsel untuk mengakomodasi kebutuhan akses internet mitra pengemudi GO-JEK yang semakin meningkat, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya operasional pulsa mereka sehari-hari. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengemudi ojek online yang memadati pinggiran jalan sudah menjadi pemandangan umum di Jakarta.

Selain mengganggu pengguna jalan lain, para driver dan penumpang ojek pun menjadi tidak nyaman.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta pun pekan ini sampai melontarkan wacana untuk mematikan aplikasi ojek onine di tempat-tempat tertentu, di mana mereka dinilai seringkali melanggar lalu lintas.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Driver Community Go-Jek Jaka Wiradisuria mengatakan pihaknya memang telah menyadari permasalahan driver yang sering bergerombol di tepi jalan dan sedang berupaya mencari solusi.

Salah satunya yang direncanakan adalah membuat shelter alias halte khusus untuk pengemudi ojek online, sebagai tempat menunggu penumpang atau parkir sementara selagi memesan makanan bagi pelanggan.

Dia mencontohkan dua shelter ojek online di mal Senayan City dan Pacific Place yang sudah bisa dimanfaatkan sebagai area drop off dan menjemput penumpang.

“Dua tempat itu jadi percontohan. Kami akan kembangkan di area-area berikutnya,“ ujar Jaka saat ditemui usai acara peluncuran Paket Siap Online Go-Jek bersama Telkomsel di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Jaka mengatakan, lokasi yang berpotensi menjadi shelter antara lain tempat parkir di pusat perbelanjaan atau perkantorkan.

Pihaknya kini disebut sedang menjajaki kemungkinan kerjasama dengan manajemen terkait untuk membuka shelter.

Baca: Grab Tawarkan Paket Data Murah, GO-JEK: Inisiatif Kami Jadi Referensi

Dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan, baik untuk driver maupun penumpang, Go-Jek juga berencana menerapkan sistem rating untuk menilai penumpang.

Selama ini di aplikasi Go-Jek, sistem rating hanya berlaku satu arah untuk driver saja. Perusahaan transportasi berbasis aplikasi lain, Uber, sebelumnya sempat menerapkan sistem rating untuk penumpang.

"Ini komitmen kami untuk menunjukkan bahwa keselamatan penting untuk kedua belah pihak. Para mitra (driver) banyak mengeluhkan karena (rating penumpang) belum diterapkan," ujarnya.

Untuk sekarang, Go-Jek baru mengujicoba sistem rating penumpang. Jaka mengaku belum bisa mengungkap kapan fitur itu akan benar-benar diterapkan dalam aplikasi.

Yang jelas, kehadirannya nanti diharapkan bisa membantu keamanan dan kenyamanan, baik untuk pihak driver maupun penumpang.

"Dengan adanya visibility terhadap kedua belah pihak, maka pelanggan dan mitra bisa terbantu," pungkas Jaka.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Go-Jek Ingin Perbanyak “Shelter” untuk Driver".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved