Ojek Online Bakal Gelar Aksi Demo di Opening Asian Games
Aksi demo itu ditujukan ke Grab lantaran aplikator asal Malaysia itu diketahui menjadi Prestige Sponsor di ajang olahraga bergengsi tersebut.
Penulis:
Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mitra driver berencana menggelar aksi demo saat opening Asian Games.
Aksi demo itu ditujukan ke Grab lantaran aplikator asal Malaysia itu diketahui menjadi Prestige Sponsor di ajang olahraga bergengsi tersebut.
Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono menekankan aksi demo itu bertujuan untuk menarik perhatian pemerintah selaku regulator.
Mitra driver, lanjut dia, berharap pemerintah menindaklanjuti pembahasan aturan mengenai kendaraan roda dua sebagai moda transportasi publik sekaligus permasalahan tarif.
”Saya yakin pemerintah sudah paham konteks aplikator yang menjadi sponsorship Asian Games itu adalah Grab. Mereka seharusnya tidak boleh mengabaikan kami selaku stakeholder,” katanya dalam keterangan tertulis.
Dia menambahkan bila selama ini aksi-aksi dari mitra sudah jelas tuntutannya.
”Pernyataan kami mengenai aplikator transpotasi online internasional yang mendapatkan keuntungan dari keringat dan kerja keras pengemudi ojek online Indonesia itu sudah jelas,” urainya.
Baca: Sapaan Khas Orang Indonesia saat Chating via GrabChat
Garda, sambung Igun, menilai Grab selama ini terkesan sekadar mengeksploitasi sumber daya manusia.
Atas dasar itu, dia Igun menjelaskan seluruh pengemudi ojek online ingin melakukan aksi simpatik sekaligus langkah persuasif untuk mendiskusikan payung hukum dan tarif ojek online.
Perhelatan Asian Games di Jakarta dan Palembang dinilai menjadi waktu yang tepat menyuarakan pendapat pengemudi ojek online.
Dari situ, Igun berharap pembahasan tentang hal itu menemui titik terang sebelum pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018.
”Semoga dalam 30 hari ke depan ada dialog dan diskusi yang menghasilkan solusi. Saya tegaskan, rencana aksi kami itu sifatnya bukan untuk mengganggu penyelenggaraan Asian Games, kami melakukan aksi simpatik yang menyuarakan kesejahteraan ojek online,” paparnya.
Dia menilai bila mitra selama ini menjadi korban lantaran adanya praktik perang tarif yang cenderung jual rugi (predatory pricing) yang diduga dilakukan pihak Grab.
”Kami menyesalkan terjadinya predatory pricing. Untuk itu, kami melakukan langkah persuasif yang berdialog dengan kedua perusahaan aplikator , Kementerian Perhubungan, DPR, dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo,” pungkasnya.