Minggu, 31 Agustus 2025

Ojek Online Bakal Gelar Aksi Demo di Opening Asian Games

Aksi demo itu ditujukan ke Grab lantaran aplikator asal Malaysia itu diketahui menjadi Prestige Sponsor di ajang olahraga bergengsi tersebut.

Penulis: Fajar Anjungroso
Tribunnews/JEPRIMA
Ribuan driver ojek daring atau online melakukan aksi demonstrasi didepan Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018). Para demonstran menuntuk tiga aspek diantaranya adalah pertama, pengakuan legal eksistensi, peranan, dan fungsi ojek online sebagai bagian dari sistem transportasi nasional, Kedua, penetapan tarif standar dengan nilai yang wajar, yaitu Rp3.000-Rp4.000 per kilometer, dengan metode subsidi dari perusahaan aplikasi agar tarif penumpang tetap murah dan terjangkau, Ketiga, perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online sebagai bagian dari tenaga kerja Indonesia yang mandiri. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mitra driver berencana menggelar aksi demo saat opening Asian Games.

Aksi demo itu ditujukan ke Grab lantaran aplikator asal Malaysia itu diketahui menjadi Prestige Sponsor di ajang olahraga bergengsi tersebut.

Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono menekankan aksi demo itu bertujuan untuk menarik perhatian pemerintah selaku regulator.

Mitra driver, lanjut dia, berharap pemerintah menindaklanjuti pembahasan aturan mengenai kendaraan roda dua sebagai moda transportasi publik sekaligus permasalahan tarif.

”Saya yakin pemerintah sudah paham konteks aplikator yang menjadi sponsorship Asian Games itu adalah Grab. Mereka seharusnya tidak boleh mengabaikan kami selaku stakeholder,” katanya dalam keterangan tertulis.

Dia menambahkan bila selama ini aksi-aksi dari mitra sudah jelas tuntutannya.

”Pernyataan kami mengenai aplikator transpotasi online internasional yang mendapatkan keuntungan dari keringat dan kerja keras pengemudi ojek online Indonesia itu sudah jelas,” urainya.

Baca: Sapaan Khas Orang Indonesia saat Chating via GrabChat

Garda, sambung Igun, menilai Grab selama ini terkesan sekadar mengeksploitasi sumber daya manusia.

Atas dasar itu, dia Igun menjelaskan seluruh pengemudi ojek online ingin melakukan aksi simpatik sekaligus langkah persuasif untuk mendiskusikan payung hukum dan tarif ojek online.

Perhelatan Asian Games di Jakarta dan Palembang dinilai menjadi waktu yang tepat menyuarakan pendapat pengemudi ojek online.

Dari situ, Igun berharap pembahasan tentang hal itu menemui titik terang sebelum pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018.

”Semoga dalam 30 hari ke depan ada dialog dan diskusi yang menghasilkan solusi. Saya tegaskan, rencana aksi kami itu sifatnya bukan untuk mengganggu penyelenggaraan Asian Games, kami melakukan aksi simpatik yang menyuarakan kesejahteraan ojek online,” paparnya.

Dia menilai bila mitra selama ini menjadi korban lantaran adanya praktik perang tarif yang cenderung jual rugi (predatory pricing) yang diduga dilakukan pihak Grab.

”Kami menyesalkan terjadinya predatory pricing. Untuk itu, kami melakukan langkah persuasif yang berdialog dengan kedua perusahaan aplikator , Kementerian Perhubungan, DPR, dan berdialog dengan Presiden Joko Widodo,” pungkasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan