Mengapa Sate Taichan Hanya Ada pada Malam Hari? Jawabannya Mungkin Tidak Pernah Anda Duga

Di daerah Senayan, Jakarta sentra sate taichan, para penjaja sate taichan baru bermunculan pada malam hari. Mengapa demikian?

Mengapa Sate Taichan Hanya Ada pada Malam Hari? Jawabannya Mungkin Tidak Pernah Anda Duga
KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia
Sate Taichan merupakan daging ayam yang putih ditusuk dan dibakar, lalu dilumuri bumbu khas taichan yang bercitarasa asam, asin, dan pedas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sate taichan yang sedang naik daun punya ciri khas. Selain warna dagingnya yang putih, sate taichan umumnya dijajakan pada malam hari.

Di daerah Senayan, Jakarta sentra sate taichan, para penjaja sate taichan baru bermunculan pada malam hari. Mengapa demikian? 

"Kalau di siang di sini gak boleh jualan, jalur hijau juga. Jadi kejar-kerjaran (dengan petugas). Kalau malam kan kita tenang jualannya, sudah dapat izin,'' kata Amir, penjual awal sate taichan di daerah Senayan yang ditemuiKompasTravel, Kamis (4/1/2017). 

Menurut Amir, dulu lokasi berjualan sate taichan berada di Jalan Asia Afrika mengarah ke Patal Senayan, kini berpindah ke seberang lokasi terdahulu. 

"Ini penataan dari kecamatan, kelurahan, dan GBK mulai November 2016. Kalau lokasi lebih enak di sini, lebih aman, gak was-was. Cuma jadi banyak saingannya," kata Amir.

Ia bersama pedagang sate taichan lain di kawasan Senayan membuka kedainya dari pukul 20.00 sampai pukul 02.30.  

Serupa dengan Amir, Lerry Rio akrab disapa Rio pemilik Sate Taichan Kemang juga membuka kedainya persis dengan jam operasional sate taichan daerah Senayan.

Sate Taichan Kemang 

"Sate itu kan identik sebagai makanan yang dijual malam, kalau siang-siang juga risiko digusur," kata Rio.

Karena dijual di malam hari, dengan bentuk kedai sederhana yakni kaki lima, sate taichan memiliki ciri yang unik yaitu penggunaan papan lampu neon yang menuliskan nama pedagangnya.  

Lampu tersebut selain sebagai estetika juga memudahkan para konsumen untuk menemukan pedagang sate taichan. 

Dari pantauan KompasTravel meski dijual pada malam hari, sate taichan tetap diserbu pembeli dan tak sedikit ojek online yang membantu menjadi perantara antara penjual sate taichan dan konsumen.

Tak heran Rio dan Amir dapat menjual 1.500-2.000 tusuk sate taichan per malam, dengan untung bersih Rp 3 juta semalam. 

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved