Breaking News:

Dexa Award Science Scholarship 2020: Beasiswa Untuk Bangsa

Gagasan ini kemudian diwujudnyatakan oleh Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno, Leader Dharma Dexa Ibu Gloria Haslim, d

Editor: Rachmat Hidayat
ISTIMEWA
Dexa Award 

Head of Corporate Communications Dexa Group Sonny Himawan menambahkan, DASS yang telah dilaksanakan sejak tahun 2018, diharapkan dapat melahirkan saintis-saintis yang berani melakukan terobosan dalam penemuan obat baru berbahan baku alam Indonesia.

“Karenanya Dexa Group sangat menyambut antusiasme peserta yang ingin menempuh pendidikan S2, seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana ribuan pendaftar yang berasal dari 295 kabupaten/kota dan 349 kampus di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam kompetisi ini,” jelas Sonny.

Dalam perjalanannya selama dua tahun, DASS telah melahirkan satu saintis baru lulusan S2 dari program beasiswa DASS 2018. Dia adalah Andi Rahim, seorang saintis lulusan program magister bidang Kimia dari Universitas Padjajaran.

Baca: KPAI Koordinasi dengan Kemendikbud Terkait 77 Siswa Dihukum Makan Kotoran

Andi Rahim menempuh S2 dalam jangka waktu kuliah kurang dari dua tahun dengan predikat summa cumlaude. Saat ini, Andi Rahim bekerja sebagai saintis di PT Fonko International Pharmaceuticals, salah satu perusahaan Dexa Group, yang memproduksi obat-obatan onkologi.

Dexa Group sebagai perusahaan farmasi sangat peduli akan pentingnya pendidikan di Indonesia. Karena itu, bentuk dukungan Dexa Group terhadap pendidikan tidak hanya mencakup pendidikanS2, tetapi juga bagi para lulusan apoteker. Dukungan beasiswa terhadap apoteker telah berlangsung selama 11 tahun.

Karenanya sejak 2018, bentuk dukungan Dexa Group terbuka lebih luas melalui Dexa Award Science Scholarship yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan S2.

Baca: Bea Cukai Aceh Kawal PT GGF Majukan Aceh Melalui Pisang Cavendish

Melalui penyelenggaraan DASS, Dexa Group mengharapkan dapat berkontribusi untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan sehingga nantinya dapat mewujudkan upaya pemerintah untuk mendorong daya saing dan kemandirian bangsa.

Perjalanan Dexa Award Science Scholarship
Program beasiswa ini digagas atas ide mulia dari Founder Dexa Group (Alm.) Bapak Rudy Soetikno. Semangat pengabdian dan kontribusi beliau di bidang kesehatan ingin ditularkan kepada para generasi penerusnya melalui dukungan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Gagasan ini kemudian diwujudnyatakan oleh Pimpinan Dexa Group Bapak Ferry Soetikno, Leader Dharma Dexa Ibu Gloria Haslim, dan Bapak Raymond Tjandrawinata sehingga melahirkan program Dexa Award 
Science Scholarship.

Dalam program beasiswa tersebut, mahasiswa dapat mengajukan proposal penelitian dari beragam latar belakang keilmuan yang terkait dengan kesehatan, yang hasil akhirnya nanti dapat diaplikasikan untuk kesehatan masyarakat.

Baca: Malaysia Tawarkan Beasiswa S2, Ada Tunjangan Bulanan Rp 5 Juta

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved