Asian Para Games 2018

Atlet Para Games Putri Jepang Ikut Berduka atas Bencana Gempa dan Tsunami Palu

Nagano Miho merupakan peraih medali emas Asian Para Games 2010 Ghuangzou untuk nomor compound open putri W2.

Atlet Para Games Putri Jepang Ikut Berduka atas Bencana Gempa dan Tsunami Palu
Tribunnews/Irwan Rismawan
Suasana Masjid Baiturrahman yang hancur pascagempa dan tsunami di kawasan Taman Ria, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kota Palu, Donggala, dan sekitarnya dilanda gempa berkekuatan 7.4 SR disertai tsunami dan likuefaksi pada Jumat (28/9/2018) petang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Duka musibah akibat gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, tidak hanya menjadi duka bangsa Indonesia.

Atlet panahan (para-archery) asal Jepang yang tampil di Asian Para Games 2018, Nagano Miho juga menyampaikan duka dan empati kepada warga korban bencana tersebut.

Nagano Miho mengaku senang dan bangga bisa mengikuti ajang Asian Para Games 2018 di Jakarta.

Sebab, ajang ini merupakan kesempatan pembuktian diri yang juga membawa nama negaranya, Jepang.

Namun, dibalik perasaan senangnya itu, dia menyampaikan rasa sedihnya atas musibah yang melanda Palu dan Donggala beberapa waktu lalu.

Baca: Sempat Ngawur Pas Finis, Atlet Para-Swimming Syuci Indriani Sumbang Medali Emas Ke-4 untuk Indonesia

"Saya juga turut berduka cita atas peristiwa gempa yang terjadi di Indonesia. Saya berharap semua orang baik-baik saja dan semuanya bisa kembali baik seperti semula," kata atlet berusia 40 tahun ini.

Nagano Miho merupakan peraih medali emas Asian Para Games 2010 Ghuangzou, China, untuk nomor compound open putri W2.

Meski memiliki keterbatasan fisik, wanita kelahiran Imabari, 5 September 1978 ini sudah berkecimpung di panahan sejak 14 tahun silam dan tampil perdana di ajang internasional pada 2008.

Baca: Timnas Wheelchair Basketball Putera Indonesia Tidak akan Membiarkan China Menang Mudah

Setelah meraih emas Asian Para Games 2010, Nagano Miho bahkan terpilih masuk Timnas Panahan Jepang yang berlaga di Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan.

Bersaing dengan atlet normal, Nagano Miho menempati peringkat tujuh nomor individual compound open.

Baca: Tak Tembus Final, Ali Muhamad Masih Berpeluang Ukir Sejarah Bagi Kontingen Panahan Indonesia

Sementara itu, atlet Jepang lain, Aya Sihonara yang tampil di nomor women W1 open, juga mengaku terkesan mengikuti Asian Para Games 2018 di Jakarta.

“Ini kesempatan pertama saya tampil di Asian Para Games. Saya senang tampil di Indonesia, orang-orangnya ramah dan suka tersenyum,” kata Aya Sihonara. (*)

Editor: Sapto Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved