Berkunjung ke Panti Asuhan untuk Wombat di Australia
Binatang khas Australia, wombat, seringkali menjadi yatim-piatu karena induk mereka biasanya menjadi korban, baik karena ditabrak…
Menurut Reg Mattingley dari Wombat Protection Society of Australia, dalih semacam itu tidak beralasan.
"Wombat hidup di alam liar selama 8 hingga 12 tahun namun tidak akan beranak-pinak jika belum merasa nyaman dengan teritorial mereka. Mereka sangat lamban dalam urusan reproduksi," jelasnya.
Pihaknya membentuk kelompok Mange Management yang melakukan upaya perawatan terhadap wombat.

Dua ekor bayi wombat sedang tidur pulas.
"Dalam tiga tahun kami merawat sekitar 450 wombat, namun sayangnhya memang sudah jadi tradisi sebagai kalangan untuk memburu wombat dan membunuhnya," ujar Mattingley.
Menurut Mattingley bayi-bayi wombat akan tetap banyak yang menjadi yatim karena sulitnya mengubah kebiasaan orang.
Bagi Small sendiri, memelihara bayi-bayi itu memerlukan tanggung jawab besar.
"Selama orang masih terus menabrak dan petani masih terus menembaki wombat, selama itu pula permasalahannya berlangsung," katanya.
Menurut Small banyak warga Goongerah kini mulai perduli dengan keselamatan wombat dan kehadiran panti perawatan ini membuat warga sekitar semakin mendukung.

Dua ekor anak wombat tidur bersama.
Pihak DELWP sendiri membantah bahwa pihaknya mengetahui adanya kegiatan memburu wombat demi lahan pertanian.
"Menembak wombat tanpa izin adalah melanggar hukum. Kami ingin tahu siapa pelakunya. Kecuali jika dan petani yang mengalami masalah dengan wombat," kata Charlie Frankton, seorang manajer DELWP di Gippsland.
Namun Small menyatakan hal ini justri bisa dikatakan terjadi setiap harinya.
"Remaja yang memiliki senapan sering menembaki wombat, dan petani sangat membenci wombat karena suka menggali tanah di lahan pertanian yang membuat truk dan motor petani terjebak," katanya.
"Wombat juga menggali lubang dimana-mana. Namun sebenarnya wombat lebih dahulu hidup di lahan itu," kata Small lagi.