Persamaan Kupu-Kupu Tropis dengan Ngengat Hitam
Apa persamaan warna gelap pada ngengat yang muncul di kabut asap revolusi industri Inggris dengan pola warna yang indah dari jenis…
Apa persamaan warna gelap pada ngengat yang muncul di kabut asap revolusi industri Inggris dengan pola warna yang indah dari jenis tertentu kupu-kupu tropis?.
Jawabannya ternyata, gen yang sama.
Dalam dua artikel terpisah yang diterbitkan di jurnal ‘Nature’, para ilmuwan meneliti ngengat Inggris, yang dulunya -sebagian besar –berwarna pucat tapi berubah hitam untuk menyamarkan diri, dan kupu-kupu Heliconius dari Amerika Selatan, yang dikenal karena pola sayapnya yang terang dan berwarna-warni.
Dalam kedua kasus, perubahan dalam gen tunggal yang disebut korteks bertanggung jawab atas variasi warna, yang telah memainkan peran penting dalam evolusi dan kelangsungan hidup serangga ini.
"Dua spesies yang terkait jauh ini menggunakan gen yang sama untuk mencapai hasil yang berbeda," kata Dr Megan Supple, seorang mahasiswa postdoktoral di Universitas Nasional Australia (ANU) dan salah satu penulis studi –yang difokuskan pada spesies Amerika Selatan -ini.
Ngengat dan kupu-kupu, keduanya tergolong spesies serangga yang dikenal sebagai Lepidoptera.
Hampir seluruh 160.000 jenis ngengat dan 17.000 jenis kupu-kupu memiliki pola sayap yang berbeda, yang terdiri dari sisik-sisik kecil berwarna.
Dr Megan mengatakan, meski ngengat dan kupu-kupu telah diteliti selama beberapa dekade, mekanisme genetik yang mendasari perubahan dalam penampilan mereka, baru saja terungkap.
"Teknik genomik baru-lah yang benar-benar memungkinkan kami untuk membuat kemajuan," akunya.
Revolusi industri dan ngengat
Ngengat Inggris (Biston betularia) didominasi warna ringan dan bercampur dengan pohon-pohon yang tertutup lumut untuk perlindungan, tapi ketika substansi koloid-nya menghitamkan batang pohon pada abad 19 industrial Inggris, mereka menjadi lebih gelap untuk mencocokkan dengan habitat mereka dan menghindari deteksi burung.
"Penampakan pertama dari carbonariaform [gelap] yang dilaporkan, umumnya dianggap telah terjadi pada tahun 1848 di Manchester, meskipun kata-kata dari laporan itu menyiratkan bahwa spesies itu masih jarang namun bukannya tak benar-benar diketahui pada saat itu," tulis para peneliti studi ngengat.
Para peneliti, yang dipimpin oleh Dr Ilik Saccheri dari Universitas Liverpool, menemukan bahwa perubahan warna disebabkan oleh penyisipan sepotong besar DNA ke gen korteks.
Dengan menelusuri pohon keluarga ngengat, para peneliti memperkirakan, mutasi genetik terjadi sekitar tahun 1819.
Ini adalah contoh dari fenomena yang dikenal sebagai "melanisme industri", yang mengacu pada kecenderungan spesies untuk beradaptasi dengan lingkungan industri, dengan menggelapkan warna mereka.