Komnas HAM Sebut Komentar Pauline Hanson Bisa Picu Kekerasan di Australia
Komisioner diskriminasi rasial dari Komnas HAM Australia Tim Soutphommasane memperingatkan komentar-komentar anti orang Muslim dan…
"Ada potensi besar bagi timbulnya kerusakan di saat Anda bicara dengan retorika yang menghasut atau mendorong xenophobia," ujarnya.
"Hal-hal itu merupakan resep bagi kebencian dan perpecahan. Toleransi rasial orang Australia dan keharmonisan masyarakat tidak akan berjalan oleh kebiasaan seperti itu," kata Dr Soutphommasane.
"Ada golongan di masyarakat kita yang ketakutan dengan terjadinya perubahan kultur dan prihatin mengenai identitas nasional," katanya.
"Dengan segala cara, mari kita dengarkan apa yang menjadi keprihatinan itu, namun mari kita lakukan dengan cara menghormati sesama warga Australia dan tanpa mengurangi status seseorang sebagai orang luar yang tidak diterima di Australia," katanya.
Dia mengundang Hanson untuk bertemu dan mendikusikan pandangan-pandangannya sembari menikmati makanan Asia di Sydney.
"Saya selalu terbuka berdialog dan jika Hanson menyukai sup pho atau babi guling di Cabramatta, saya dengan senang hati akan mentraktir dia dan ngobrol dengannya mengenai pertanyaan tentang ras dan imigrasi," katanya.
\'Pandangan ekstrim hanya mendatangkan masalah\'
Pernyataan Pauline Hanson juga memancing kritik dari pimpinan New South Wales Islamic Council, Khaled Sukkarieh.
"Pernyataan-pernyataan itu memecah belah dan berbahaya dan mendorong pandangan ektrimis baik di kalangan kiri maupun kanan," katanya kepada ABC.
"Pandangan ekstrim hanya mendatangkan masalah. Di Australia, kita hidup dalam masyarakat yang harmonis dan negara yang beruntung," ujar Sukkarieh.
"Kita tak ingin merusaknya dengan cara memproduksi xenophobia atau kebencian atau diskriminasi terhadap ras atau kelompok manapun," katanya.
"Orang Muslim telah hidup di negara ini lebih dari 150 tahun, mereka turut membangun negara ini," jelasnya.
Dia menambahkan, pernyataan Hanson bahwa masjid merupakan tempat dimana kebencian diajarkan adalah tidak benar, dan Sukkarieh menuduh Hanson yang justru mengajarkan kebencian terhadap orang lain dari balik corong mikrofonnya.
Sukkarieh juga mencontohkan persoalan di luar negeri yang menurut dia pelecehan rasis dan intoleransi memicu terjadi bentrok dan kekerasan.
Diterbitkan Pukul 12:00 AEST 5/7/2016 oleh Farid M. Ibrahim. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.