Kamis, 23 April 2026
ABC World

Ilmuwan Iklim Tuduh Sebuah Studi Salah Perkirakan Kenaikan Suhu

Para ilmuwan iklim terkemuka telah mengeluarkan sebuah peringatan bahwa artikel yang diterbitkan dalam jurnal ‘Nature’ melebih-lebihkan…

• Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Nature telah dituduh melebih-lebihkan prediksi perubahan iklim

• Artikel ini menemukan bahwa suhu Bumi bisa naik antara 3-7 derajat Celsius selama seribu tahun berikutnya

• Para ilmuwan iklim terkemuka berpendapat ada kesalahan logis dengan perhitungan tersebut

Pesan yang sangat membingungkan

Profesor Jeffrey Severinghaus, dari Institut Oseanografi Scripps di Universitas San Diego, juga menemukan masalah dengan penelitian itu.

"Ia membuat kesalahan logis yang sangat, sangat dasar," kata Jeffrey Severinghaus.

"Sensitivitas iklim pada dasarnya adalah perubahan suhu dibagi dengan perubahan CO2,” ujarnya.

Ia menerangkan, "Bagian penting tentang hal tersebut adalah bahwa jika Anda ingin menyimpulkan itu dari situasi aktual di Bumi, maksudnya apa yang Bumi lakukan di masa lalu, Anda harus memastikan bahwa perubahan suhu hanya disebabkan peningkatan CO2, sedangkan zaman es, kita tahu betul perubahan suhunya disebabkan kombinasi dari peningkatan CO2 dan perubahan orbit Bumi di sekitar Matahari.”

"Bahkan, itu mungkin sesuatu seperti dua-pertiga dari perubahan suhu disebabkan oleh orbit dan hanya sepertiga oleh CO2. Jadi mungkin itulah mengapa ia mendapat faktor tiga yang lebih besar," tambahnya.

Penulis studi tersebut, Carolyn Snyder, tak bersedia untuk diwawancarai.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 18:50 WIB 27/09/2016 oleh Nurina Savitri.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved