Senin, 8 Juni 2026
ABC World

CSIRO Australia Temukan Teknologi Hidrogen Terbarukan

Sinar matahari dan angin mungkin bisa menjadi ekspor besar Australia berikutnya, menyusul penemuan teknologi penting yang memudahkan…

Tayang:

Sinar matahari dan angin mungkin bisa menjadi ekspor besar Australia berikutnya, menyusul penemuan teknologi penting yang memudahkan pengakutan dan penyaluran energinya dalam bentuk hidrogen.

Pelaku industri terkait bahkan membicarakan kemungkinan hidrogen terbarukan sebagai industri gas alam cair (LNG) berikutnya, yang dapat memasok hidrogen untuk mobil, bus, truk dan kereta api di Jepang, Korea Selatan dan bahkan Eropa.

Rencana tersebut mendapat dukungan kuat setelah CSIRO berhasil mengembangkan membran logam, yang memungkinkan pemisahan hidrogen dengan kemurnian tinggi dari amonia. Hidrogen murni tersebut dibutuhkan untuk menggerakkan mobil bertenaga hidrogen.

Peneliti utama CSIRO Dr Michael Dolan menjelaskan teknologi yang kini diujicobakan dalam skala industri di Australia, merupakan semacam "missing link" yang memungkinkan hidrogen untuk diangkut dan dipergunakan sebagai sumber energi.

"Salah satu masalah besar dengan hidrogen adalah sulit untuk mengangkutnya jarak jauh karena memiliki kepadatan yang rendah," jelasnya kepada ABC News.

"Amonia adalah cara yang sangat bagus untuk mengangkut hidrogen dari titik A ke titik B - dari Australia ke Jepang, misalnya - karena sebenarnya memiliki kepadatan hidrogen lebih tinggi daripada hidrogen cair," kata Dr Dolan.

"Teknologi yang dikembangkan CSIRO kemudian dapat diterapkan pada tahap penggunaan, mengubah amonia menjadi hidrogen untuk digunakan dalam armada transportasi.

Dr Dolan mengatakan teknologi tersebut berpotensi mengubah Australia menjadi negara adidaya dalam energi terbarukan.

"Hidrogen adalah bahan bakar bersih terpenting. Satu-satunya emisi yang timbul dalam penggunaan hidrogen adalah air. Anda juga bisa memproduksi hidrogen terbarukan dengan sempurna," katanya.

Sementara saat ini hanya ada empat mobil hidrogen di Australia - yang diproduksi Hyundai dan Toyota - Korea Selatan bahkan sudah memiliki taksi bertenaga hidrogen di jalan-jalan.

"Ada potensi pasar sangat besar untuk teknologi ini, mengingat mobil-mobil tersebut mulai melaju di jalan dalam jumlah cukup besar di Asia dan Eropa," kata Dr Dolan.

Di Jepang, Olimpiade Tokyo 2020 akan menjadi wahana untuk menampilkan mimpi negara itu menjadi "masyarakat hidrogen", beralih dari tenaga nuklir setelah bencana Fukushima.

Tertinggal jauh dari negara-negara ini, pemerintah Australia mulai aktif merangkul potensi hidrogen sebagai sumber bahan bakar alternatif yang bersih - dan industri ekspor.

Australia Selatan, misalnya, ingin berinvestasi dalam proyek hidrogen melalui dana energi bersih senilai $ 150 juta karena ingin mengamankan pasokan energinya.

Sementara Pemerintah Khusus Ibukota Australia (ACT) tahun lalu mengumumkan pihaknya akan mengeluarkan $ 180 juta untuk proyek hidrogen, termasuk armada mobil dan stasiun pengisian bahan bakar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved