Korban Minta Plakat Pelaku Pelecehan Seksual Dicabut dari Katedral Santa Maria
Para korban pelecehan seksual oleh pejabat gereja Katolik mendesak agar sebuah plakat yang menampilkan pelaku pelecehan seksual dicabut…
Punch mengatakan dengan mencabut plakat tersebut akan membantu korban dan membantu pihak gereja untuk melangkah.
Kelompok pendukung korban, Beyond Abuse, menyatakan plakat tersebut menjijikkan dan harus segera dicabut.
Juru bicara Beyond Abuse, Steve Fisher, mengatakan plakat itu akan mengingatkan para korban dari Green dan yang lainnya mengenai kejahatan yang mereka alami.
"Seharusnya dicabut hari ini juga. Memalukan betapa Gereja Katolik telah mendirikannya," katanya.
"Hal ini hanya mengagung-agungkan salah satu pedofil mereka dan seakan mengatakan bahwa kami tidak peduli," tegas Fisher.
Dia menambahkan lebih parah lagi karena plakat tersebut dipasang setelah diketahui bahwa Green telah melecehkan anak-anak.
"Gila benar. Gereja Katolik tampaknya masih belum mengerti dampaknya terhadap korban," ujar Fisher lagi.
Keuskupan Agung Hobart menyatakan bahwa plakat tersebut dipasang untuk mengenang Uskup Agung Sir Guilford Young , yang hingga baru-baru ini dimakamkan di bawah bangunan instalasi tersebut bersama dengan para uskup Katolik Tasmania lainnya.
Dalam pernyataannya, pihak gereja mengatakan "tidak ada rencana segera" untuk mencabut karya seni tersebut.
Gereja tersebut menambahkan pihaknya menangani tuduhan pelecehan secara sangat serius dan "tidak mentolerir pelecehan dalam bentuk apapun", serta mendukung peran polisi dan pengadilan dalam menyeret pelaku ke pengadilan.
Diterbitkan Jumat 8 September 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia di sini.