Sabtu, 30 Mei 2026
ABC World

Aung San Suu Kyi dan Krisis Rohingya

Pejabat tinggi hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyampaikan kemungkinan pemimpin de facto Myanmar, Aung San…

Tayang:

Myanmar membantah melakukan kekejaman terhadap Rohingya.

Para pemimpin militer mengatakan tindakan keras tersebut merupakan operasi kontra-pemberontakan yang sah.

Sekitar 660.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak akhir Agustus lalu, ketika gerilyawan Rohingya menyerang sejumlah pos militer dan perbatasan Myanmar, memicu reaksi militer.

Zeid mengatakan bahwa tanggapan Myanmar yang "sembrono" terhadap keprihatinan serius masyarakat internasional telah membuatnya khawatir krisis saat ini bisa menjadi "fase pembukaan dari sesuatu yang jauh lebih buruk".

Anak-anak pengungsi Rohingya
Anak-anak mengantri bantuan di kamp pengungsi di Cox's Bazaar, Bangladesh. Anak-anak adalah bagian besar dari lebih dari setengah juta orang yang mengungsi dari Myanmar ke Bangladesh.

AJ Ghani/IFRC

Dia juga mengatakan bahwa dirinya khawatir kelompok jihad dapat terbentuk di kamp-kamp pengungsian besar di Bangladesh dan melancarkan serangan di Myanmar, mungkin menargetkan kuil Buddha.

Tidak jelas pengadilan mana yang bisa mengadili dugaan kekejaman itu.

Myanmar bukanlah anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC), yang berarti rujukan ke pengadilan tersebut memerlukan dukungan Dewan Keamanan PBB.

Tapi sekutu Myanmar, China bisa memveto langkah seperti itu.

PBB mendefinisikan genosida sebagai tindakan yang dimaksudkan untuk menghancurkan kelompok nasional, etnis, ras atau agama secara keseluruhan atau sebagian.

Meski jarang, keputusan semacam itu telah digunakan melawan pelaku kekejaman di Bosnia, Sudan dan oleh kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah.

Rohingya telah mengatakan kepada penyidik PBB tentang "pola pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan dan pembakaran" yang konsisten dan metodis.

ABC/Reuters

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved