Jumat, 24 April 2026
ABC World

Partai Hijau Desak Tanggal Perayaan Hari Bersejarah Australia Diubah

Partai Hijau Australia berencana untuk menggunakan kursi mereka di pemerintahan daerah di seluruh negara itu untuk menjadi ujung tombak…

Partai Hijau Australia berencana untuk menggunakan kursi mereka di pemerintahan daerah di seluruh negara itu untuk menjadi ujung tombak dari desakan untuk memindahkan Hari Australia atau Australia Day (yang kini diperingati tiap tanggal 26 Januari), menyusul langkah sukses untuk membatalkan perayaan itu di beberapa wilayah dewan kota di Melbourne dan Australia Barat.

Tahun lalu, tiga dewan kota Melbourne memutuskan untuk berhenti mengadakan menyusul langkah dewan kota Fremantle di Australia Barat.

Dewan kota Moreland, Darebin dan Yarra berpendapat bahwa tanggal tersebut menyinggung dan tidak tepat karena menandai awal dari apa yang mereka sebut invasi, dan penindasan Penduduk Asli Australia di tangan Inggris.

Pemimpin Partai Hijau Australia, Richard Di Natale, mengatakan keputusan dewan tersebut menandai dimulainya apa yang ia harap akan menjadi gerakan nasional.

"Ini harus dilakukan di tingkat akar rumput, bekerja melalui pemerintah daerah.” 

"Kami sudah memimpin di dewan kota Darebin, dewan kota Yarra, dewan kota Fremantle, di mana kami memiliki jumlah kehadiran Hijau yang kuat, dan kami akan terus melakukan percakapan seperti itu di Australia."

Namun gagasan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Federal, yang sebelumnya telah menanggapi keputusan sejumlah dewan kota dengan membuang kekuasaan mereka untuk menyelenggarakan upacara kewarganegaraan.

Negara bebas tak sangkal sejarah

Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, merespon masalah ini ke akun resmi Facebook-nya, dengan mengatakan bahwa "sebuah negara bebas memperdebatkan sejarahnya, tapi tidak menyangkalnya".

"Pada saat Australia Day, kita berkumpul dan merayakan bangsa kita dan semua sejarah kita di saat kita menyambut masa depan kita bersama," katanya.

"Dan itulah mengapa begitu tepat bahwa upacara Australia Day kita dimulai dengan protokol Welcome to Country (protocol yang terkadang dilakukan dalam upacara resmi di Australia), mengingat kita menghormati warga Australia pertama dan diakhiri dengan sebuah upacara kewarganegaraan untuk menyambut warga Australia yang baru."

Ia melanjutkan dengan mengatakan, dunia ini "terlalu sering terbelah oleh perselisihan dan kekerasan, kita memiliki banyak hal untuk dirayakan".

"Kami menyadari bahwa sejarah pendudukan Eropa di Australia adalah hal yang kompleks dan tragis bagi Penduduk Asli Australia," sebutnya.

Turnbull mengatakan bahwa ia: "Kecewa oleh mereka yang ingin mengubah tanggal Australia Day -berusaha untuk mengambil satu hari yang menyatukan Australia dan warga Australia, dan mengubahnya menjadi satu hari yang akan membelah kita.”

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce, membela keputusan Pemerintah Australia mengenai masalah ini, dengan mengatakan bahwa kubu Koalisi berkonsentrasi pada urusan praktis ketimbang filosofis.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users - To access the following content, press \'M\' to enter the iFrame.

Skip Twitter Tweet

FireFox NVDA users - To access the following content, press \'M\' to enter the iFrame.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved