Selasa, 28 April 2026
ABC World

Pisahkan Tingkat Kematangan Alpukat Bisa Naikkan Penjualan

Inisiatif baru untuk menghentikan pembeli meremas alpukat untuk menguji kematangan buah ini telah menghasilkan separuh buah yang memar…

Tayang:

Inisiatif baru untuk menghentikan pembeli meremas alpukat untuk menguji kematangan buah ini telah menghasilkan separuh buah yang memar dan penjualan alpukat yang lebih tinggi.

Penelitian yang dilakukan awal tahun ini telah menemukan, 97 persen pelanggan meremas alpukat untuk menguji kematangannya sebelum membeli, yang membuat daging alpukat kecoklatan setelah buahnya dipotong terbuka.

Untuk meningkatkan kualitas dan memastikan kepuasan pelanggan, industri alpukat, dengan uang yang dibayarkan kepada Lembaga Inovasi Hortikultura Australia, mempekerjakan sebuah perusahaan pemasaran untuk menemukan cara lain agar konsumen bisa menentukan apakah alpukat matang saat dijual.

CEO Produce Marketing Australia, John Baker, ditugasi dengan tantangan itu dan mengatakan, memastikan buah matang selalu tersedia di swalayan adalah langkah pertamanya.

"Yang kedua adalah memisahkan buah yang dipajang sesuai dengan tingkat kematangannya," katanya.

Rak diberi kode warna sesuai dengan tingkat kematangan, dan strategi itu dilengkapi dengan penanda yang memberi tahu pelanggan buah mana yang bisa dibeli disesuaikan dengan kapan mereka ingin memakannya.

"Untuk buah yang matang tulisannya ‘beli sekarang, makan sekarang’ dan untuk buah yang kurang matang tulisannya ‘beli sekarang, makan nanti’," kata Baker.

Uji coba di swalayan

Meski semua swalayan besar, termasuk Coles, Woolworths, IGA, Costco dan Aldi dikonsultasikan, skema ini justru diujicobakan di swalayan independen di seluruh wilayah New South Wales, kawasan Queensland dan Sydney pada semester pertama tahun ini.

Baker mengatakan sistem itu efektif soal biaya dan bisa diterapkan oleh masing-masing toko secara mandiri.

"Kami mengujicobanya secara jarak jauh tanpa kontak apa pun selain melalui telepon dan mengirim alat ke toko-toko ini," katanya.

"Sistem ini bagi pengecer bisa diimplementasikan untuk sekitar $ 50 (atau setara Rp 500 ribu) - itu adalah alas pajangan dan kartu penanda yang disesuaikan."

Program pelatihan ritel daring juga dikembangkan untuk mengajarkan staf toko soal praktik terbaik untuk memesan, menerima dan menyimpan alpukat, serta mendidik mereka pada proses pematangan.

Buah lolos uji coba

Percobaan itu menghasilkan pengurangan 60 persen terhadap bekas ‘remas’ pada alpukat."Itu karena ada banyak orang yang tidak meremas dan orang-orang memilih buah yang tidak diremas beberapa kali sebelum seseorang benar-benar memilihnya," kata Baker.

"Anda tidak akan pernah bisa menghilangkan orang-orang yang meremas buah alpukat - saya pikir itu adalah salah satu kebiasaan seumur hidup – tapi metode itu pasti menciptakan pengurangan signifikan dalam kebiasaan meremas."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved