Kamis, 7 Mei 2026
ABC World

Mantan Pejabat Ungkap Dugaan Perdagangan Narkoba dan Bobroknya Sarana Di Nauru

Mantan bos Angkatan Perbatasan Australia membeberkan dugaan perdagangan narkoba, prostitusi, dan sarana yang kotor di fasilitas imigrasi…

Tayang:

"Saya bertanya kepadanya tentang narkoba di dalam kamp dan dia bertanya apa yang saya inginkan dan berapa banyak," kata Quaedvlieg.

"Saya bertanya kepadanya tentang ketersediaan alkohol di kamp dan dia mengatakan kepada saya itu tergantung pada keandalan pengiriman barang selundupan, tetapi dia menunjukkan saya sebuah daerah di lereng di tepi kamp di mana ribuan botol dan kaleng terbuang.

"Saya bertanya kepadanya tentang prostitusi dan dia menunjuk tiga gadis remaja Nauru yang sedang duduk di sisi lain jalan menunggu saya pergi.

"Saya bertanya kepadanya tentang serangan di kamp oleh penduduk setempat dan dia tersenyum kecut sambil menceritakan pada saya tentang provokasi yang terjadi."

Roman Queadvlieg mengatakan desa-desa pengungsi lainnya, yang terletak di luar pusat penahanan, kondisinya cukup "modern" dan "harmonis", tetapi ia mengaku cukup terkejut melihat kondisi di Fly Camp yang kotor.

"Ke mana pun saya berjalan saya didekati oleh warga yang mengeluh tentang kuantitas dan kualitas makanan, kurangnya AC, tidak adanya kesempatan kerja, dan ketakutan tentang keamanan minimal terhadap serangan di kamp, ​​dan warganya, oleh geng lokal. . "

Roman Quaedvlieg, mantan komisioner Polis ACT, menyamakan kamp tahanan pengungsi Nauru dengan penjara yang pernah dia kunjungi.

"Di mana-mana di sekitar saya, saya mencatat tanda-tanda yang mengkhawatirkan dari kejenuhan dari warga yang dipenjarakan," tulisnya.

Dia juga menggambarkan pertemuannya dengan Presiden Nauru Baron Waqa.

"Saya [terus menerus] berpura-pura menghormati seorang Kepala Negara yang negaranya memiliki populasi yang lebih rendah daripada jumlah petugas di departemen saya," tulis Quaedvlieg.

"Interaksi saya dengannya hanya sekedarnya, dia terus menampilkan kesan hormat dan kedaulatan kepada perwakilan senior dari negara pelindung."

Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan, seperti yang diketahui tahun lalu, mempekerjakan hampir 14.000 staf.

Pemerintah AS memperkirakan penduduk lokal Nauru sekitar 11.500 orang.

Dalam pernyataannya ke publik tentang masalah terpisah, Menteri Dalam Negeri Peter Dutton mengatakan: "Roman Quaedvlieg kecewa karena kehilangan pekerjaannya."

"Faktanya adalah Roman Quaedvlieg telah berada di bawah tekanan besar sejak dimulainya penyelidikan oleh Komisi Penegakan Integritas Hukum Australia yang mengakibatkan pemberhentiannya dari jabatan sebagai Komandan Angkatan Darat Australia atas tindakan pelanggaran," kata Dutton.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved