China Bangun Kediktatoran Digital Lewat Sistem 'Kredit Sosial'
China sedang membangun kediktatoran digital untuk melakukan kontrol terhadap 1,4 miliar warganya. Bagi sebagian orang, "kredit sosial"…
Sistem akan "live" sehingga skornya akan diperbarui seiring waktu.
Dandan tidak keberatan dengan prospek kehidupan di bawah jaringan pengawasan negara.
Perempuan berusia 36 tahun ini tahu bahwa kredit sosial bukanlah sistem yang sempurna tetapi percaya itu adalah cara terbaik untuk mengelola negara yang kompleks dengan populasi terbesar di dunia.
"Saya pikir orang-orang di setiap negara menginginkan masyarakat yang stabil dan aman," katanya.
"Jika, seperti kata pemerintah kami, setiap sudut ruang publik dipasang dengan kamera, aku akan merasa aman."
Dia juga cenderung mendapat manfaat dari sistem.
Perilaku keuangan Dandan akan menjadi ukuran penting untuk skor kredit sosial nasional.
Di bawah skema kredit keuangan yang ada yang disebut Kredit Sesawi, Dandan memiliki skor yang sangat tinggi yaitu 770 dari 800 - dia adalah warga negara China yang setia.
Photo:
Sebuah app keuangan menunjukkan Dandan memiliki angka 773 dari maksimal 800. (Foreign Correspondent: Brant Cumming)
Berkat penilaiannya, Dandan sudah dapat mengambil bagian dalam banyak penghargaan dari perkembangan pesat China.
Aplikasi di ponselnya memberikan akses ke hak istimewa seperti menyewa mobil, kamar hotel, atau rumah tanpa deposit.
"Jika, seperti kata pemerintah kami, setiap sudut ruang publik dipasang dengan kamera, aku akan merasa aman."
Tetapi kredit sosial akan dipengaruhi oleh lebih dari sekadar menjelajahi internet dan keputusan berbelanja.
Siapa teman dan keluarga Anda akan memengaruhi skor Anda. Jika sahabat Anda atau ayah Anda mengatakan sesuatu yang negatif tentang pemerintah, Anda akan kehilangan poin juga.
Siapa yang Anda kencani dan pada akhirnya berpasangan juga akan memengaruhi kredit sosial.