Lobi Industri Senjata Mulai Aktif Pengaruhi Pemilu di Australia
Kelompok lobi industri senjata dengan didukung lima pedagang senjata terbesar Australia menyatakan niatnya campur tangan dalam Pemilu…
Kelompok lobi industri senjata dengan didukung lima pedagang senjata terbesar Australia menyatakan niatnya campur tangan dalam Pemilu untuk menutut pertanggungjawaban pemerintah atas keputusan mereka.
Anggota-anggota Yayasan Industri Menembak Australia (SIFA) membiayai upaya lobi tersebut sebesar lebih dari $ 1,2 juta sejak akhir 2014.
Anggotanya terdiri atas Direktur Nioa - yang menyebut dirinya sebagai pemasok senjata kecil dan amunisi terbesar di Australia, Raytrade, Outdoor Sporting Agencies, dan cabang produsen senjata Winchester dan Beretta di Australia.
SIFA memimpin lobi terbaru untuk mengubah UU Senjata, 22 tahun setelah Pembantaian Port Arthur yang menyebabkan semua negara bagian dan teritori menandatangani Perjanjian Senjata Api Nasional.
Mereka mensponsori "Hari Menembak" bagi politisi federal serta menyumbang puluhan ribu dolar untuk parpol yang ramah terhadap senjata api.
Juru bicara SIFA Laura Patterson mengatakan pihaknya mempertimbangkan untuk terlibat dalam Pemilu mendatang, setelah melakukannya di Queensland tahun lalu.
"Jika muncul keadaan di yurisdiksi mana pun di negara ini di mana kami merasa kampanye paralel dengan siklus Pemilu, maka kami akan mengambil keputusan itu," katanya kepada ABC.
"Kami ingin memasuki era baru. Kami ingin terbuka sehingga masyarakat tahu siapa kami dan mengapa kami melakukannya," tuturnya.
"Kami ingin pemerintah bertanggung jawab atas keputusan yang mereka ambil," tambah Patterson.
Kemarin SIFA mendukung kampanye baru menjelang Pemilu negara bagian Victoria tanggal 24 November mendatang.
Kampanye "Not Happy Dan" mendesak para pemilih untuk menempatkan Partai Buruh sebagai pilihan terakhir.
Dalam rilisnya SIFA mengatakan keputusan itu didasarkan atas penelitian isu-isu seperti akses ke lahan publik, kejahatan, biaya energi, keterampilan dan kurangnya lapangan kerja.
Kampanye SIFA di Queensland
Photo:
Robert Nioa merupakan pemilik Nioa, supplier swasta terbesar senjata di Australia. (Dave Hunt: AAP)
SIFA menyumbangkan $ 220.000 untuk kampanye politik senilai $ 555.460 yang disebut "Flick em" dalam Pemilu di Queensland tahun lalu. Tujuan mereka menciptakan komposisi parlemen yang tanpa mayoritas, mendesak pemilih untuk menempatkan parpol besar sebagai pilihan terakhir.
Parpol yang mendapatkan manfaat dari kampanye ini adalah Partai One Nation dan Katter\'s Australian Party, yang pemimpinnya, Bob Katter, adalah mertua dari pemilik perusahaan Nioa, Robert Nioa.