Menjegal Jokowi Dengan Hoaks Di Internet
Apakah Presiden Joko Widodo di masa remaja adalah remaja punk penggemar musik penyembah setan ? Apakah salah satu pendukungnya telah…
Cerita-cerita bohong marak muncul di internet, menggambarkan Joko Widodo - atau Jokowi - sebagai pemuda punk pemuja setan, seorang penganut agama Kristen, dan bahkan seorang komunis China.
Semuanya adalah label yang berupaya mengeksploitasi ketegangan agama dan ras guna membedakan partai-partai utama sebelum pemilu dan pilpres dilangsungkan tanggal 17 April.
Tahun lalu, sebuah cerita yang menyatakan bahwa Jokowi setuju akan menyerahkan pulau-pulau di Jawa dan Sumatera ke China dengan imbalan menghapus utang negara sebesar $ 21 miliar disebarkan lewat internet.
Jokowi juga menghabiskan waktu selama bertahun-tahun memerangi klaim bahwa dirinya adalah agen komunis rahasia - sebuah label yang sangat menghasut di Indonesia.
"Di Indonesia, komunisme masih menjadi momok yang menakutkan dan percaya, bahwa Presiden Jokowi entah bagaimana sebelumnya pernah terhubung dengan partai Komunis," kata Tapsell.
Joko Widodo telah memerintahkan polisi untuk menindak mereka yang menyebarkan berita dan desas-desus palsu.
Photo:
Editor surat kabar Setiyardi Budiono menunjukan edisi surat kabatnya yang membuatnya dipenjarakan. (ABC News: Phil Hemingway)
Editor sebuah surat kabar lokal baru-baru ini dibebaskan dari penjara setelah ia dinyatakan bersalah karena menerbitkan sebuah cerita yang menyatakan bahwa Presiden Jokowi adalah orang China.
Meskipun dijatuhi hukuman selama setahun, editor Setiyardi Budiono mengatakan dia belum yakin bahwa klaim itu tidak benar.
Tiga wanita juga ditangkap pada Februari lalu setelah mereka muncul dalam rekaman video sedang memberi tahu para pemilih bahwa presiden mendukung pernikahan sejenis dan rencana untuk melarang azan sholat dan wanita akan dilarang mengenakan jilbab.
Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa 9 juta orang Indonesia terus meyakini rumor tersebut.
"Jika kita tidak melakukan apa-apa tentang itu, jumlah [orang yang percaya] akan mencapai 15 juta dan dapat meningkat menjadi 30 juta dan bahkan 50 juta. Ini bisa berbahaya jika kita diam saja." kata Joko Widodo.
Pemberantasan hoaks
Tim \'pemberantas berita bohong\' bermunculan di seluruh Indonesia untuk melawan kisah-kisah palsu atau hoaks ini di sumber mereka.
Satu kelompok pemberantas hoaks ini adalah, Mafindo - atau Masyarakat Anti Fitnah Indonesia - memiliki ratusan sukarelawan yang bekerja tanpa lelah untuk mencoba menemukan dan menyanggah cerita-cerita bohong di internet sebelum menjadi viral.
Pendiri Mafindo Aribowo Sasmito memperkirakan sebanyak lima cerita bohong dalam sehari tersebar luas di media sosial Indonesia.
Photo:
Mafindo memiliki ratusan relawan yang berusaia mencari dan meluruskan berita hoax di internet. (ABC News: Phil Hemingway)