Jumat, 10 April 2026
ABC World

Rela Antri Demi Kari: Sebuah Masjid di Australia Buka Layanan Drive-through

Komunitas Muslim di Gold Coast, Australia mengatakan telah membuka apa yang disebutnya sebagai layanan drive-through pertama di Australia…

Komunitas Muslim di Gold Coast, Australia mengatakan telah membuka apa yang disebutnya sebagai layanan drive-through pertama di Australia yang menyediakan makanan buka puasa.

Perhimpunan Islam Gold Coast, dengan ketuanya Hussin Goss mengatakan pandemi virus corona telah memaksa mereka untuk berpikir kreatif dalam menggelar kegiatan di bulan Ramadan.

"Kami harus menemukan ide untuk memberi makan orang puasa di tengah bulan suci Ramadan," katanya.

"Seperti restoran cepat saji McDonalds yang punya layanan \'drive-through\', kami juga punya \'drive-through\' bagi orang-orang berbuka puasa."

Bantuan bagi siapapun yang membutuhkan

Layanan \'drive-through\' ini dilayani oleh tujuh orang, terdiri dari dua koki yang menyiapkan sekitar 400 makanan, sementara dua orang lainnya yang menyiapkan wadah \'takeaway\'.

Dengan donasi yang terkumpul, mereka membagikan makanan seperti nasi, roti, dan kari dengan daging domba, sapi dan ayam.

Hussin tidak menyangka akan melihat antrean panjang untuk mendapatkan makanan ini, termasuk dari kalangan mahasiswa internasional.

"Banyak mahasiswa internasional, seperti yang kita sudah tahu, mereka tidak punya pekerjaan sehingga tidak ada penghasilan yang masuk."

man in car with flat bread

ABC Indonesia: Mahasiswa Junaid Ali mengatakan layanan 'drive-through' juga menjadi ajang untuk mengobati rasa rindu dengan keluarganya.

Ikuti laporan terkini terkait virus corona dari Australia dalam Bahasa Indonesia.

Berharap masjid di Australia segera kembali dibuka

Pada 23 Maret lalu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menutup pub, klab malam, bioskop dan tempat beribadah untuk mengurangi resiko penyebaran COVID-19.

Melihat sudah terkendalinya situasi satu bulan setelah kebijakan ini berlaku, Hussin berharap agar Pemerintah pusat segera melonggarkan aturannya.

"Semoga Perdana Menteri akan terlebih dahulu membuka kembali tempat beribadah sebelum membuka pub dan restoran," kata dia.

"[Tempat beribadah] menurut saya penting bagi orang-orang yang butuh tuntunan rohani. Di masa seperti ini, mereka kembali menghadap Tuhan."

Untuk menghindarkan resiko penularan, ia mengatakan jumlah orang yang masuk ke dalam tempat ibadah dapat dibatasi.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved