Klaster Virus Corona di Sekolah Islam Al-Taqwa Jadi Terbesar di Melbourne
Faikha Schroeder sedang menikmati liburan sekolah ketika menerima pesan bahwa salah satu rekan pengajarnya di Al-Taqwa College, dinyatakan…
Faikha Schroeder sedang menikmati liburan sekolah ketika menerima pesan bahwa salah satu rekan pengajarnya di Al-Taqwa College, dinyatakan positif COVID-19. Kini sekolah Islam di pinggiran kota Melbourne itu telah menjadi klaster dengan 113 kasus.
klaster al taqwa
Tidak berhubungan dengan perayaan Idul Fitri
Meskipun ini sekolah Islam, tampaknya sumber penyebaran sama sekali tidak terkait dengan perayaan Idul Fitri, yang terjadi pada 24 Mei silam. Jaraknya sudah lebih dari sebulan sebelum kasus pertama muncul di Al-Taqwa.
Dewan Islam Victoria mengatakan, upaya mengaitkan penyebaran virus ini dengan perayaan Idul Fitri atau masyarakat Islam secara umum, sangatlah tidak adil.
Upaya seperti itu, katanya, mencerminkan Islamofobia yang nyata di saat semua pihak seharusnya bersatu melawan pandemi ini.
Pejabat pemerintah lokal Wyndham City, Intaj Khan, yang mewakili wilayah lokasi sekolah tersebut menyatakan belum mendengar adanya kekhawatiran mengenai cara penanganan klaster ini.
Intaj yang anak-anaknya juga pernah bersekolah di Al-Taqwa menyebutkan kawasan Wyndham sangat multikultural sehingga pemerintah seharusnya lebih meningkatkan penyadaran risiko COVID-19 dalam bahasa selain Bahasa Inggris.
Sementara itu Habeeb mengatakan dirinya sama sekali tidak ragu untuk mengirim keempat anaknya kembali ke Al-Taqwa.
Anak bungsunya, katanya, bahkan sudah bertanya-tanya kapan dia bisa masuk sekolah lagi.
"Dia tahu apa yang terjadi, tapi tetap ingin kembali ke sekolah," katanya.
Simak informasi terkini mengenai COVID-19 di Australia dari ABC Indonesia.