Kamis, 9 April 2026
ABC World

Kekuatan Ledakan di Beirut Setara Dengan Gempa 3,5 SR, Satu WNI Terluka

Pusat geosains di Jerman menghitung ledakan besar yang terjadi di pusat kota Beirut setara dengan 3,5 skala richter. Sejumlah rumah…

Ledakan berkekuatan besar mengguncang pusat kota Beirut yang hingga laporan ini diturunkan telah menewaskan sedikitnya 78 orang.

Kedutaan Besar RI di Beirut telah mengonfirmasi satu warga Indonesia ikut terluka dalam insiden ledakan tersebut.

Sementara Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan seorang warga Australia menjadi salah satu korban tewas.

Ledakan terjadi di pelabuhan ibukota Lebanon itu, mencederai lebih dari 4.000 orang serta menyebabkan banyak gedung dan bangunan yang hancur akibat guncangan.

Insiden ledakan memperparah kondisi nasional Lebanon yang saat ini mengalami krisis ekonomi dan masih berjuang untuk menekan laju penyebaran virus corona.

Banyak warga Lebanon yang kini kehilangan pekerjaan, sementara nilai mata uangnya terhadap dolar Amerika Serikat terus jatuh, menyebabkan semakin banyak orang masuk dalam kategori miskin.

Sejumlah rumah sakit di Beirut dilaporkan telah melebihi kapasitasnya dan sedang meminta pasokan darah lebih banyak, serta mesin generator untuk pembangkit listrik.

Sementara itu tanpa menunjukkan bukti apapun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan jika militer negaranya percaya ledakan ini disebakan oleh "serangan semacam bom".

Simak informasi lainnya di ABC Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved