'Saya Lebih Tenang': Cerita Warga Indonesia yang Divaksinasi di Luar Negeri
Sejumlah warga asal Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat dan Inggris sudah mendapat vaksin COVID-19 karena pekerjaan mereka,…
"Untuk saya, yang paling penting pasien-pasien saya aman." kata Dr Ardito Widjono.
Ia berharap kombinasi lockdown ketat yang diberlakukan sekarang ini di Inggris, terutama di London dan sekitarnya, dengan program vaksin dan cuaca yang lebih hangat menjelang musim semi, dapat membuat jumlah kasus COVID-19 di Inggris menurun.
\'Tidak semua mau divaksin\'
Yang tidak merasakan adanya reaksi apapun setelah divaksin adalah Profesor Ling Tan, seorang dokter jiwa asal Indonesia yang mengajar di Pennsylvania State University, Amerika Serikat.
Profesor Ling yang sekarang berusia 85 tahun mendapat suntikan vaksin pada tanggal 6 Januari lalu.
"Saya akan mendapat suntikan kedua tanggal 22 Januari," katanya kepada ABC Indonesia.
Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut, dia mendapatkan vaksin karena masih bekerja menjadi tenaga pengajar dan juga masih menemui pasien.
"Saya masih bekerja penuh waktu empat hari dalam seminggu. Saya sudah bekerja di Departemen Psikiatri di Pennsylvania selama 50 tahun."
Profesor Ling mengatakan siapa saja di Amerika Serikat masih bisa terus bekerja, sepanjang merasa mampu secara fisik dan psikis.
"Di sini orang diminta bekerja hanya karena usia mereka masuk dalam kategori Diskriminasi Usia."
"Di universitas, mereka senang untuk terus mempekerjakan saya." katanya.
Setelah menerima vaksinasi, Profesor Ling Tan mengatakan dia tetap melanjutkan tugasnya.
"Sejauh ini saya tidak merasakan gejala apapun. Sehari setelah vaksinasi saya mengangkat barbel dengan tangan dan tidak merasakan apapun," katanya lagi.