Jumat, 1 Mei 2026
ABC World

Peneliti Australia Temukan Lukisan Berusia Lebih dari 45.500 Tahun di Sulawesi

Sekitar 435 abad sebelum Masehi, para seniman sibuk melukis tiga ekor babi rusa, hewan khas Sulawesi di dalam gua. Ada cerita apa…

Tayang:

Lebih dari 45.500 tahun silam, atau sekitar 435 abad sebelum Masehi, para seniman sibuk melukis pada dinding gua Leang Tedongnge yang terletak di kawasan pegunungan karst di Maros, Sulawesi Selatan.

  • Lukisan pada dinding gua Leang Tedongnge ditemukan pada tahun 2017 oleh tim penelitia Australia dan Indonesia
  • Pengukuran uranium menyimpulkan usia lukisan tidak kurang dari 45.500 tahun
  • Peneliti menduga seni lukis ini merupakan penanda adanya kebudayaan manusia modern di Pulau Sulawesi sejak 435 abad sebelum Masehi

Di bawah temaram cahaya api unggun, mereka dengan hati-hati melukis tiga ekor babi rusa, hewan khas Sulawesi, pada dinding gua dengan menggunakan pigmen merah tua. Lukisannya sangat terperinci, lengkap dengan wajah hewan yang khas dan jambul rambut yang kaku.

Pekan ini, lukisan ini dan lukisan lainnya yang terdapat di gua-gua di kawasan itu, dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.

Tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog dari Griffith University Australia dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Indonesia, memperkirakan para pelukis tersebut merupakan manusia modern atau Homo Sapiens.

Lukisan yang berusia puluhan ribu tahun ini, merupakan contoh ilustrasi tertua di dunia yang menggambarkan objek secara nyata dan bisa dikenali.

Menurut Profesor Adam Brumm dari Griffith University, selain "menakjubkan", contoh seni cadas semacam itu juga membantu melukiskan gambaran tempat tinggal dan pergerakan manusia dari Asia ke Australia.

"Kita tahu manusia modern, spesies kita ini, pasti telah melintasi bagian dunia ini untuk mencapai Australia setidaknya 65.000 tahun silam," kata Prof Adam.

Meski teknik penanggalan yang digunakan memberi batasan usia minimal pada lukisan 45.500 tahun, bisa jadi lukisan ini jauh lebih tua usianya.

Belum diketahui apakah para seniman pelukis babi rusa adalah nenek moyang dari kelompok yang berhasil sampai ke benua Australia.

Namun Profesor Adam mengatakan, penelitian mereka tentang seni cadas di permukiman manusia di wilayah Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya diharapkan bisa mengungkap lukisan yang jauh lebih tua.

A pig painted on a rock wall

Supplied: AA Oktaviana: Salah satu dari tiga ekor babi rusa yang dilukis pada dinding gua Leang Tedongnge, dengan panjang tubuh berukuran 137 sentimeter.

Dr Damien Finch dari University of Melbourne yang merupakan pakar teknik penanggalan seni cadas Australia, mengatakan meskipun laporan tentang lukisan Leang Tedongnge hanya menggunakan satu teknik penanggalan, namun hasilnya konsisten dengan analisis lain dari lokasi sekitarnya.

"Kita mencari tren atau bukti, dan itulah yang penting dan yang telah mereka capai dalam penelitian ini," kata Finch, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

"Mereka memiliki sejumlah tanggal. Jadi ini bukan yang pertama, yang cenderung membuat semuanya lebih kredibel," jelasnya.

Tim peneliti tampaknya akan semakin memastikan usia lukisan ini dengan bantuan Dr Renaud Joannes-Boyau, ahli geokronologi di Southern Cross University Australia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved