Apa yang Bisa Dicontoh Jakarta dari Brisbane Untuk Bisa Menjadi Tuan Rumah Olimpiade?
Ada sejumlah hal yang dipersiapkan Indonesia jika ingin Jakarta menjadi tuan rumah Olimpiade di tahun 2036 dan bukan hanya sekedar…
Emma juga mencatat rekor sebagai atlet Australia pertama yang merebut 11 medali keseluruhan dari Olimpiade yang pernah diikutinya. Sebelumnya rekor tersebut adalah 10 medali bagi atlet Australia di Olimpiade.
Meski hanya berpenduduk 27 juta jiwa, Australia tak kalah bersaing negara-negara besar lain, seperti Amerika Serikat (328 juta penduduk), China (1,4 miliar penduduk), Rusia (144 juta penduduk), dan Jepang (126 juta penduduk) yang sedang menjadi tuan rumah Olimpade tahun ini.
Bahkan di Olimpiade Tokyo kali ini, Australia menjadi negara ketiga dengan jumlah kontingen terbesar dengan menurunkan 478 atlet yang bertanding di 33 cabang olahraga, disusul Amerika Serikat 613 atlet dan tuan rumah Jepang dengan 552 atlet.
Jika di pertandingan olahraga tingkat internasional lainnya, negara bisa mengirim atlet untuk bertanding, sebaliknya di Olimpiade hanya mereka yang melewati babak kualifikasi yang bisa bertanding.
Olahraga sudah jadi 'gaya hidup' Australia
Keberhasilan Australia mengirimkan jumlah atlet terbanyak sepanjang sejarah Olimpiade, di tengah pandemi COVID-19, semakin menguatkan posisinya sebagai negara dengan penduduk yang tergila-gila dengan olahraga.
Setiap tahun Australia menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan internasional mulai dari olahraga beregu seperti kriket, rugby sampai ke olahraga perseorangan, seperti tenis dan balap mobil Formula Satu.
Australia juga memiliki kompetisi olahraga unik bernama sepakbola gaya Australia (AFL), sebuah kompetisi tahunan yang diselenggarakan dengan pertandingan final yang dilangsungkan di Melbourne setiap akhir September dan dihadiri lebih dari 100 ribu penonton.
Dengan kuatnya olahraga di Australia, maka terpilihnya Brisbane, yang juga pernah jadi tuan rumah Pekan Olahraga antar negara Persemakmuran, atau Commonwealth Games di tahun 2018, menjadi sebuah kelayakan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade.
Mantan pebulutangkis Indonesia Elizabeth Latif yang sekarang tinggal di Perth, ibu kota Australia Barat, menyimpulkan dengan sederhana mengapa Australia berprestasi begitu bagus di arena seperti Olimpiade.
"Menurut pendapat saya olahraga di Australia adalah gaya hidup, ujar Elizabeth.
"Dari kecil mereka sudah dididik untuk olahraga dan lebih dipentingkan dari pelajaran akademis. Karena itu bentuk dari pembentukan karakter seseorang."
Indonesia bukan hanya harus persiapkan fasilitas
Perjalanan Australia yang sudah menunjukkan banyak prestasi di pertandingan olahraga dunia mungkin berbeda dengan Indonesia yang bertekad jadi tuan rumah Olimpiade 2036, meski prestasi olahraga di tingkat Asia Tenggara pun belum dominan.
Tapi Jimmy S Harianto, wartawan senior yang pernah menjadi editor olahraga Harian Kompas dan meliput langsung Olimpiade Barcelona 1992 mengatakan "tidak apa-apa" bagi Indonesia untuk terus maju mencalonkan diri jadi penyelenggara pesta olahraga terbesar itu.
"Tidak apa-apa mencalonkan diri, sebagai cambuk agar pemerintahan pasca Jokowi berorientasi ke depan," katanya kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya.
Menurutnya Indonesia bisa saja seperti ibu kota Korea Selatan Seoul yang menjadi tuan rumah Olimpiade tahun 1988.