Senin, 1 September 2025
ABC World

Pakar Mengingatkan Vaksinasi Efektif Melindungi Anda dari Sakit yang Parah Jika Tertular COVID-19

Kenapa angka kasus di Melbourne naik padahal sudah \'lockdown\' ketat? Sejumlah pertanyaan Anda seputar kondisi terkini pandemi COVID-19…

Kota Melbourne mencatat angka penularan harian tertinggi hari Kamis (30/09). Sebanyak 1.483 orang dinyatakan positif COVID-19, sehingga jumlah kasus aktif mencapai lebih dari 11.000 orang.

Sementara kasus di Sydney telah menurun dari sebelumnya, namun masih tinggi dengan lebih dari 900 kasus baru dan enam kematian pada hari Kamis.

Kedua kota besar tersebut tetap akan melonggarkan aturan untuk bisa kembali ke kehidupan normal, meski sejumlah pakar kesehatan telah memperingatkan Australia masih akan terus melihat peningkatan angka penularan akibat varian Delta.

Hingga saat ini sekitar 53 persen warga Australia sudah mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19, artinya kurang dari setengah warga di Australia yang baru menerima satu dosis.

Akhir Juli lalu, PM Australia Scott Morrison mengatakan Australia akan membuka kembali perbatasan dan 'lockdown' tidak lagi akan diberlakukan jika 80 penduduknya sudah divaksinasi penuh.

Berikut ini sejumlah pertanyaan yang banyak diajukan terkait kondisi terakhir pandemi COVID-19:

Mengapa kasus covid-19 tetap meningkat padahal sudah 'lockdown'?

Kita bertanya kepada Mary-Louise McLaws, seorang Profesor Epidemiologi di University of New South Wales, yang juga penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurutnya ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa penularan selama 'lockdown' malah naik.

"Lockdown hanya berhasil ketika orang mematuhi aturan 100 persen," katanya.

Menteri Utama di negara bagian Victoria, Premier Daniel Andrews mengatakan ratusan bahkan ribuan penularan disebabkan karena orang yang melanggar peraturan pembatasan aktivitas, seperti tidak boleh saling berkunjung ke rumah.

Pemerintah Victoria mengatakan pertemuan ilegal, pesta di rumah-rumah saat final AFL, atau sepakbola gaya Australia, akhir pekan kemarin menjadi penyebab naiknya angka penularan mendekati 1.500 orang dalam sehari.

Mary-Louise menekankan pentingnya membatasi kontak, yakni hanya sebatas pada keluarga satu rumah saja.

"Orang-orang di luar rumah tangga adalah orang-orang yang tidak boleh berinteraksi dengan Anda," ujarnya.

Menurutnya "keluarga" seringkali diartikan secara luas, namun selama pandemi COVID-19, keluarga hanya sebatas pada satu rumah tangga saja, bukan seluruh keluarga besar.

Mary-Louise juga mengatakan pentingnya penggunaan tes rapid antigen, yang rencananya akan bisa dilakukan oleh warga Australia di rumah mulai November mendatang.

Halaman
1234
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan