Rabu, 3 Juni 2026
ABC World

Misteri Gambar Perahu Asal Maluku yang Dilukis di Batu Dipecahkan Oleh Arkeolog Australia

Jawaban dari misteri lukisan perahu asal Kepulauan Maluku berhasil dipecahkan oleh tim arkeolog Australia. Penemuan ini menambah bukti…

Tayang:

Para arkeolog yakin mereka sudah menemukan jawaban dari lukisan dua perahu di bebatuan, yang menjadi misteri selama puluhan tahun.

Gambar tersebut ditemukan di dalam sebuah gua di kawasan Arnhem Land, tepatnya di Awunbarna yang juga dikenal sebagai Gunung Borradaile. 

Lukisan tersebut juga dihiasi dengan gambar perahu dari Eropa, senjata, ikan, udang, dan hewan-hewan khas benua Australia.

Namun sejak tahun 1970-an, dua lukisan dari perahu tersebut tampak berbeda dari kacamata para arkeolog barat.

Bulan Mei ini, para peneliti dari Flinders University menerbitkan penemuan mereka yang menunjukkan dua perahu tersebut berasal dari Kepulauan Maluku, yang dulunya dikenal di dunia barat dengan istilah 'Moluccas'.

Para penulis, Dr Mick de Ruyter sebagai pemimpin peneliti, Profesor Daryl Wesley dan Associate Professor Wendy van Duivenvoorde, mengatakan lukisan tersebut memberikan pemahaman lebih dalam soal bagaimana warga Pribumi Australia berinteraksi dengan orang-orang di luar benua Australia.

"Hanya dua perahu ini yang tiba-tiba memberikan informasi tambahan soal interaksi orang-orang di Australia utara," ujar Profesor Wesley.

"Australia bukan hanya sebuah daratan yang berdiri sendiri, berada di antah berantah, dan tidak terisolasi selama 65.000 tahun."

"Ini bagian lain dari kisah warga Pribumi Australia yang punya peran dengan dunia di sebelah utara."

Mungkin 'perahu perang'

Para arkeolog sebelumnya sudah mengidentifikasi lukisan perahu nelayan dari Makassar, yang datang ke Australia untuk berdagang, sebelum datangnya kapal Eropa yang menjajah warga Pribumi.

Tapi perahu-perahu Maluku ini tampaknya diberi hiasan-hiasan, yang menurut Dr Wesley, berarti bisa saja perahu tersebut digunakan untuk perdagangan atau kemungkinan perbudakan.

"Mereka adalah kapal perang, dihiasi dengan bendera, umbul-umbul, dan elemen lain yang membedakan dengan kapal dagang atau penangkap ikan biasa," katanya.

"Ini benar-benar berbeda dengan apa yang kami pahami dari kapal Makassar yang terlukis di bebatuan dan Arnhem Land," kata Dr Wesley.

Ia juga mengatakan detail yang ada di lukisan tersebut menunjukkan seniman di kalangan warga Pribumi Australia sepertinya menghabiskan beberapa waktu dekat dengan perahu tersebut.

“Hal yang sangat menarik bagi kami adalah detail dari kapal yang dilukiskan [para seniman Pribumi Australia], bukan dari pandangan sekilas,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved