Jumat, 29 Agustus 2025
ABC World

Mahalnya Biaya Penitipan Anak di Australia Membuat Sejumlah Orangtua Asal Indonesia Pilih Tak Bekerja

Biaya penitipan anak, atau \'child care\' di Australia tetap sangat mahal, meski disubsidi pemerintah. Akibatnya, beberapa keluarga…

Ketika Pebrinawaty dan suaminya Efendi memutuskan pindah ke Launceston, mereka tak membayangkan kehidupan di salah satu kota Tasmania ini lebih mahal daripada Sydney.

"Saya sangat terdampak dengan biaya child care yang mahal," katanya kepada Farid Ibrahim dari ABC Indonesia.

Anak pertamanya, Christer, berusia tujuh tahun dan sudah masuk sekolah dasar. Sementara Rosselyn, anak keduanya, masih berumur 3,5 tahun.

"Yang kedua aku jaga sendiri," ujarnya.

Pebrinawaty mengaku tak menitipkan Rosselyn ke 'child care' atau tempat penitipan dan perawatan anak, karena biaya yang dibutuhkan tidak sebanding dengan penghasilan yang akan diperoleh jika dia bekerja.

"Saya sempat ditawarin kerja lima jam dengan rate $27.96 per jam, tapi apabila saya masukin anak di child care untuk setengah hari saja, di sini harganya $85," katanya.

Artinya, bila Pebrinawaty menerima pekerjaan itu dan memperoleh total $139.8 untuk lima jam kerja, lalu dikurangi biaya child care setengah hari $85, maka sisa dari upahnya hanya sekitar $54.8 sehari.

"Setelah kami hitung-hitung, rasanya tidak worth it," ujarnya.

Sejak pindah ke Tasmania sekitar 3,5 tahun lalu, Efendi bekerja sebagai 'chef' selama 5 hari seminggu. Saat suaminya libur, Pebrinawaty yang bekerja.

"Ketika anak masih satu, kami gantian jaga, dan kebetulan waktu itu saya kerja di supermarket yang bukanya pagi, jadi bisa dapat shift empat sampai lima jam sehari," jelasnya.

Tapi kondisi mereka sekarang berbeda.

Menurut Pebrinawaty, mahalnya biaya hidup termasuk untuk membayar 'child care' membuat keluarga muda ini mengurungkan niat untuk menambah anak.

Mereka sedang mengajukan permohonan untuk menjadi penduduk tetap (PR), karena status bukan PR ini yang membuat mereka tidak bisa mengakses subsidi dari pemerintah untuk mendapat pelayanan penitipan dan perawatan anak, atau Child Care Subsidy (CCS).

Tapi, bahkan bagi keluarga yang bisa mengakses CCS pun, pengalamannya tidak semudah yang dibayangkan oleh keluarga yang tak menerimanya.

Tetap mahal meski ada subsidi

Helena Logue, seorang guru sekolah menengah di negara bagian Victoria, memiliki dua orang anak umur tujuh dan dua tahun, yang tinggal di daerah Frankston, pinggiran Kota Melbourne.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan