Dunia Hari Ini: India dan Pakistan Evakuasi Lebih dari 180.000 Orang karena Badai Topan
Topan "malapetaka" menerjang India dan Pakistan, menyebabkan ratusan ribu orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Lalu…
Beli benang untuk menangkap ikan, hati senang besok sudah akhir pekan!
Selamat hari Jumat, semuanya. Enggak terasa, kita sudah hampir tiba di pengunjung pekan ini. Semoga kita semua selalu sehat dan masih semangat pada hari kerja terakhir ini.
Untuk memudahkan Anda mengikuti perkembangan dunia, kami sudah memilih dan merangkum sejumlah berita dari berbagai negara.
Dunia Hari Ini edisi 16 Juni 2023 akan kita mulai dari India dan Pakistan.
Topan Biparjoy menerjang India dan Pakistan
Biparjoy, yang berarti "bencana" atau "malapetaka" dalam bahasa Bengali, berpusat di Laut Arab, 50 kilometer dari pelabuhan Jakhau di negara bagian India barat dan 240 km dari pelabuhan selatan Karachi, Pakistan, kata pejabat cuaca.
Wilayah India dan Pakistan itu bersiap menghadapi banjir bandang, hujan lebat, dan angin kencang pada Kamis (15/06), menyebabkan lebih dari 180.000 orang di jalur topan dievakuasi, kata para pejabat yang berwenang.
Hujan mengguyur pantai dengan langit yang gelap di sepanjang Laut Arab, sementara badai debu di darat menghambat evakuasi dan pekerjaan penyelamatan.
Pihak berwenang memperkirakan kondisi akan memburuk selama dua atau tiga hari karena Biparjoy diperkirakan mencapai kecepatan angin hingga 140 km/jam sebelum melambat di provinsi Gujarat India.
Di Pakistan, Keti Bandar di provinsi Sindh selatan yang dilanda banjir, juga terletak di jalur Biparjoy.
Seorang turis tewas diserang di Jerman
Polisi Jerman mengumumkan satu dari dua turis perempuan yang diserang oleh seorang pria Amerika di dekat Kastil Neuschwanstein di Jerman selatan tewas pada Kamis (15/06).
Seorang perempuan yang berusia 21 tahun, yang harus dibawa ke rumah sakit dengan helikopter, meninggal semalam karena luka serius yang dideritanya, sementara temannya yang berusia 22 tahun masih di rumah sakit, kata polisi setempat dalam sebuah pernyataan.
Menurut polisi, para wanita itu bertemu dengan seorang turis Amerika berusia 30 tahun di jalan setapak di dekat jembatan Marienbrücke, yang populer dengan pemandangan kastilnya, sebelum ia membawa mereka ke jalan tersembunyi.
Pria itu kemudian menyerang perempuan berusia 21 tahun itu, kata polisi, dan ketika temannya yang berusia 22 tahun berusaha membantunya dari serangan, pria itu mencekik sang teman dan mendorongnya ke lereng yang curam.
"Menurut pengetahuan polisi saat ini, kami harus mengasumsikan terjadinya percobaan kekerasan seksual yang terhadap perempuan yang berusia 21 tahun," kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Perempuan berusia 21 tahun itu kemudian didorong sehingga jatuh ke lereng sedalam hampir 50 meter dan tewas.